AALI
8850
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
650
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
765
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3860
AGAR
316
AGII
2500
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
144
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
695
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.43
-0.46%
-2.48
IHSG
7127.50
-0.71%
-51.08
LQ45
1020.20
-0.53%
-5.44
HSI
17855.14
-0.44%
-78.13
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
0.00
-100%
-14116.59
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,125
Emas
799,103 / gram

Pembelian BBM Pertalite Akan Dibatasi, Pengamat: Opsi Pertamina Sangat Terbatas

ECONOMICS
Viola Triamanda/MPI
Kamis, 30 Juni 2022 11:27 WIB
Sementara itu estimasi pemerintah dan pertamina sendiri jika penjualan subsidi dibebaskan maka penjualan bisa di 28 sampai 30 juta kilo liter.
Pembelian BBM Pertalite Akan Dibatasi, Pengamat: Opsi Pertamina Sangat Terbatas (FOTO:MNC Media)
Pembelian BBM Pertalite Akan Dibatasi, Pengamat: Opsi Pertamina Sangat Terbatas (FOTO:MNC Media)


IDXChannel - Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai, langkah yang diambil pertamina untuk memberlakukan pembatasan pembelian subsidi karena opsinya sangat terbatas.

"Kalau dari perspektif Pertamina opsinya sangat terbatas. Pertamina diberikan kuota 23 juta kilo liter yang harus cukup dari 1 Januari hingga 31 Desember nanti," jelasnya dalam acara Market Review di IDX TV, Kamis (30/6/2022).

Sementara itu estimasi pemerintah dan pertamina sendiri jika penjualan subsidi dibebaskan maka penjualan bisa di 28 sampai 30 juta kilo liter. Sehingga menurutnya kalau tidak dilakukan upaya pembatasan tentu akan terjadi over kuota.

"Over kuota tanpa adanya kesepakatan di APBN atau penugasan tambahan pemerintah tentu akan menjadi beban dan tanggungan Pertamina. Jadi saya kira kenapa ini dilakukan ya agar kuota yang ada cukup sampai 31 Desember nanti," jelasnya.

Menurutnya pembatasan ini bisa diterima baik oleh masyarakat dengan adanya upaya pihak terkait menyampaikan informasi dan edukasi secara proposional kepada masyarakat.

"Kuncinya ya edukasi dan penyampaian kepada publik secara benar, jadi publik bisa mengerti apa yang terjadi dan paham. Agar masyarakat juga mengerti bahwa APBN tidak mungkin dialokasikan penuh untuk energi, tapi juga ada subsidi kesehatan, subsidi pendidikan dan sebagainya. Saya kira edukasi-edukasi seperti itu yang perlu dibagikan oleh pemerintah," tandasnya.


(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD