IDXChannel - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memperkuat strategi pemasaran pariwisata melalui perluasan kemitraan dengan agen perjalanan, operator tur, hingga jaringan distribusi produk wisata. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pemasaran destinasi dan layanan pariwisata Indonesia ke pasar domestik maupun internasional.
Direktur Komersial InJourney Veronica H Sisilia mengatakan, perluasan jaringan kemitraan menjadi bagian penting untuk menghubungkan destinasi dan layanan pariwisata dengan sumber permintaan wisatawan.
"Melalui JWITF 2026, kami membawa kekuatan ekosistem InJourney untuk membuka kerja sama yang lebih luas dengan pelaku industri. Mitra dapat menjajaki berbagai kebutuhan bisnis, dari destinasi dan akomodasi hingga layanan pendukung perjalanan, dalam satu forum," ujar Veronica dalam keterangan resmi, Jumat (15/10/2026).
Menurut dia, kerja sama tersebut diharapkan menghasilkan peluang yang dapat ditindaklanjuti menjadi kemitraan distribusi, penjualan, dan kolaborasi komersial berkelanjutan.
Strategi ini juga diarahkan untuk membuka akses ke pasar sumber wisatawan baru. Melalui jaringan agen perjalanan dan operator tur, InJourney berupaya mempertemukan kapasitas layanan dalam ekosistem perusahaan dengan kebutuhan pasar yang beragam, mulai dari wisatawan individu, rombongan, pelanggan korporasi, hingga penyelenggara kegiatan MICE.
Portofolio yang ditawarkan mencakup destinasi wisata budaya dan rekreasi, jaringan perhotelan, kawasan pariwisata, layanan pendukung aviasi, serta produk ritel Indonesia.
Sejumlah destinasi yang masuk dalam portofolio tersebut antara lain Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sementara itu, jaringan InJourney Hospitality menawarkan peluang kerja sama akomodasi dan MICE, didukung kawasan pariwisata seperti The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori.
Di sektor perhotelan, InJourney menjajaki kerja sama komersial melalui penawaran tarif khusus dan skema yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Adapun portofolio destinasi membuka peluang pengembangan paket perjalanan berbasis budaya dan pengalaman khas Indonesia.
Kombinasi produk tersebut memberikan ruang bagi agen perjalanan dan operator tur untuk menyusun penawaran yang sesuai dengan karakteristik pelanggan masing-masing. Dengan demikian, mitra distribusi tidak hanya menawarkan akomodasi atau kunjungan ke satu destinasi, tetapi juga berpeluang mengembangkan produk perjalanan yang menggabungkan berbagai layanan dalam ekosistem InJourney.
Selain destinasi dan perhotelan, InJourney Aviation Services turut membuka penjajakan kerja sama untuk kebutuhan layanan pendukung aviasi dan operasional. Sarinah juga menawarkan peluang pengadaan produk bagi industri pariwisata dan sektor korporasi.
Veronica menambahkan, setiap pasar memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga pengembangan kemitraan perlu disesuaikan dengan potensi destinasi serta jaringan distribusi yang tersedia.
"Dengan menghubungkan portofolio InJourney dengan jaringan distribusi yang tepat, kami ingin memperbesar peluang bisnis sekaligus mendorong nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi ekosistem pariwisata Indonesia," katanya.
InJourney mengarahkan pertemuan bisnis selama JWITF 2026 untuk mengidentifikasi calon mitra yang memiliki kebutuhan dan potensi komersial yang jelas. Penjajakan tersebut selanjutnya dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan kontrak, kemitraan distribusi, pengembangan penawaran, maupun kolaborasi pemasaran.
Perusahaan berharap perluasan jaringan distribusi dapat membantu semakin banyak destinasi dan layanan pariwisata Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, realisasi manfaat bisnis tersebut akan bergantung pada tindak lanjut penjajakan dan kerja sama yang terbentuk setelah pameran berakhir.
(Dhera Arizona)