IDXChannel - The Beauty, Fashion, and Fragrance Festival (BFF Festival) kembali digelar pada tahun ini. Gelaran tahun kedua ini membidik transaksi sebesar Rp20 miliar atau naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
"Kalau di perkiraan kami ya pastinya sih ada di belasan (miliar) atau di Rp20 miliar gitu ya. Dibandingkan dengan tahun lalu, naik dua kali lipat," ujar Co-Founder BFF Festival Hanifa Ambadar kepada IDX Channel, di Jakarta, ditulis Kamis (28/5/2026).
Dia menerangkan, di tengah pesatnya pertumbuhan industri beauty dan fashion, tantangan yang dihadapi para pelaku industri masih terus berkembang, mulai dari persaingan harga, dominasi produk fast fashion, hingga kebutuhan membangun koneksi yang lebih bermakna dengan konsumen.
Meski sama-sama menjadi bagian erat dari gaya hidup modern, industri kecantikan dan fashion di Indonesia hingga kini masih kerap bergerak dalam ekosistem yang berjalan sendiri-sendiri. Tidak sedikit konsumen brand kecantikan lokal yang belum akrab dengan jenama fashion dalam negeri, begitu pula sebaliknya.
"Padahal, keduanya memiliki keterhubungan yang kuat dalam membentuk identitas dan ekspresi personal," kata dia.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang menjadikan online shopping sebagai bagian dari keseharian, pengalaman berbelanja secara offline nyatanya tetap memiliki nilai yang tak tergantikan. Ada pengalaman sensori dan emosional yang hanya dapat dirasakan ketika konsumen hadir secara langsung.
"Mulai dari menyentuh material pakaian, mengamati detail craftsmanship pada tas dan sepatu, hingga menemukan aroma wewangian yang benar-benar merepresentasikan karakter dan preferensi diri," ujar Hanifa.
Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini, banyak brand lokal tengah menghadapi tekanan besar, mulai dari penurunan pendapatan, melemahnya daya beli masyarakat, hingga lonjakan harga bahan baku yang kian membebani.
Dia mengungkapkan, berangkat dari situasi tersebut, BFF Festival hadir sebagai ruang kolaborasi yang ingin merangkul para brand lokal dan mempertemukan mereka lebih dekat dengan konsumen, demi menciptakan ekosistem yang saling mendukung sekaligus memperkuat roda perekonomian bersama.
"Saat banyak brand sedang menghadapi masa yang challenging, BFF Festival ingin menjadi ruang yang membawa optimisme, tempat di mana brand, komunitas, media dan tentunya konsumen bisa kembali terhubung dan saling menguatkan. Kami percaya industri kreatif lokal akan selalu punya masa depan yang cerah selama kita terus bergerak bersama," ujar Hanifa.
Dalam perjalanan ini, kata dia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) hadir sebagai sponsor utama yang menjadi salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan BFF Festival 2026.
Menurut dia, dukungan dari Bank Mandiri diwujudkan melalui penyediaan layanan keuangan yang komprehensif untuk menghadirkan pengalaman spesial.
Senior Vice President Digital Marketing Group Bank Mandiri Diah Eka Purwanti mengatakan, kolaborasi perdana dengan The BFF Festival 2026 merupakan langkah strategis Bank Mandiri dalam memperluas engagement dengan ekosistem lifestyle dan creative commerce yang terus bertumbuh di Indonesia.
Melalui BFF Festival, Bank Mandiri melihat hadirnya ekosistem yang kuat dan saling terhubung antara brand, pelaku usaha kreatif, komunitas, hingga konsumen dalam satu pengalaman yang lebih interaktif dan dekat dengan gaya hidup masyarakat saat ini.
“Melalui peran sebagai strategic banking partner, kami menghadirkan layanan dan ekosistem pembayaran digital yang seamless, aman, dan mudah diakses, sehingga mendorong terciptanya keunggulan yang berkelanjutan bagi seluruh pelaku industri,” ujarnya.
Sebagai informasi, The BFF Festival 2026 menghadirkan pengalaman lintas industri yang mempertemukan pelaku kecantikan, fashion, fragrance, dan lifestyle. Pameran kurasi yang menampilkan 200 merek kecantikan, fashion, dan wewangian berkualitas di Indonesia.
The BFF Festival 2026 akan digelar pada 28-31 Mei 2026, berlokasi di Jakarta International Convention Center (JCC) Hall B, Jakarta Pusat.
(Dhera Arizona)