AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Inocycle Ubah Rugi Jadi Laba di Kuartal III-2021

FOTO
Kontributor MPI
Senin, 29 November 2021 16:00 WIB
Peningkatan laba bersih INOV didukung oleh meningkatnya volume permintaan terhadap produk Perseroan yang menyebabkan penjualan per-September 2021 naik.
PT Inocycle Technology Group Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp25,7 miliar atau meningkat 253,6%.
PT Inocycle Technology Group Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp25,7 miliar atau meningkat 253,6%.
PT Inocycle Technology Group Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp25,7 miliar atau meningkat 253,6%. PT Inocycle Technology Group Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp25,7 miliar atau meningkat 253,6%. PT Inocycle Technology Group Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp25,7 miliar atau meningkat 253,6%.

IDXChannel - PT Inocycle Technology Group Tbk, emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF), berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp25,7 miliar atau meningkat 253,6% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Peningkatan laba bersih INOV didukung oleh meningkatnya volume permintaan terhadap produk Perseroan yang menyebabkan penjualan per-September 2021 naik sebesar 22,8% atau tercatat Rp464,6 Miliar.

Victor Choi, selaku Direktur INOV mengungkapkan, “Meskipun dalam kuartal ketiga ini sempat terjadi lockdown karena adanya varian baru virus Covid-19, namun kami bersyukur mampu mempertahankan kinerja yang baik dan positif. Kami melihat industri daur ulang saat ini sudah mulai pulih, karena adanya peningkatan permintaan terutama untuk produk fiber dan non-woven kami. Diharapkan kondisi ini bertahan hingga akhir tahun dan seterusnya, sehingga kami dapat menutup tahun ini dengan kinerja yang lebih baik.”

Hingga September 2021, penjualan INOV didominasi oleh penjualan serat (fiber) sebesar Rp319,5 miliar atau meningkat 19,5% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kemudian penjualan bukan tenunan (non-woven) tercatat sebesar Rp100,7 miliar atau naik 48,3% yoy, sedangkan penjualan produk rumah tangga (homeware) tercatat sebesar Rp43,4 miliar atau mengalami kenaikan 6,0% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD