AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Menjaga Populasi Pari Manta Raja Ampat

FOTO
Ali Masduki
Sabtu, 27 November 2021 08:48 WIB
Kepulauan Raja Ampat, selain menawarkan keindahan atas dan di bawah permukaan air, juga merupakan rumah bagi sekian ribu spesies hewan laut.
Pari Manta merupakan spesies yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat lambat, memiliki rentang hidup yang panjang.
Pari Manta merupakan spesies yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat lambat, memiliki rentang hidup yang panjang.
Pari Manta merupakan spesies yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat lambat, memiliki rentang hidup yang panjang. Pari Manta merupakan spesies yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat lambat, memiliki rentang hidup yang panjang. Pari Manta merupakan spesies yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat lambat, memiliki rentang hidup yang panjang. Pari Manta merupakan spesies yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat lambat, memiliki rentang hidup yang panjang. Pari Manta merupakan spesies yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat lambat, memiliki rentang hidup yang panjang. Pari Manta merupakan spesies yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat lambat, memiliki rentang hidup yang panjang.

IDXChannel - Kepulauan Raja Ampat, selain menawarkan keindahan atas dan di bawah permukaan air, juga merupakan rumah bagi sekian ribu spesies hewan laut yang tersebar luas di wilayah perairannya. Salah satunya yakni Pari Manta. Bahkan di Raja Ampat sendiri, saat ini menjadi tempat agregasi terbesar kedua Pari Manta di dunia setelah Maldives.

Pari Manta merupakan spesies yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat lambat, memiliki rentang hidup yang panjang, hasil reproduktif yang rendah dan waktu produktif yang panjang diperkirakan sekitar 25 tahun dan mencapai kedewasaan yang lambat sekitar 6 – 15 tahun atau lebih.

Usia hidupnya diperkirakan sampai 40 tahun dan tingkat kematian alamainya rendah. Seekor Pari Manta betina hanya dapat melahirkan 5 – 15 anakan semasa hidupnya. Sehingga populasi Pari Manta sangat rentan mengalami kepunahan dan sulit untuk dipulihkan apabila tetap dieksploitasi.

Disisi lain, populasi Pari Manta di Indonesia terancam oleh aktivitas penangkapan, baik secara sengaja (spesies target) maupun yang tertangkap secara tidak sengaja (by catch) lewat jaring insang. Selain itu, kegiatan pariwisata yang belum dikelola dengan baik dan tidak bertanggungjawab seperti penggunaan jangkar dapat pula menyebabkan kerentanan populasi pari manta.

Keberadaan biota laut yang dilindungi karena terancam punah yang mewarnai perairan Raja Ampat ini menjadi perhatian khusus.

Manajer Proyek COREMAP CTI Paket 3, Riyan Heri Pamungkas, mengatakan bahwa saat ini terus dilakukan sensus populasi Pari Manta. Sensus tersebut merupakan pelaksanaan dari proyek Coral Reef Rehabilitation and Management Program – Coral Triangle Initiative (COREMAP – CTI).

Program proyek pencontohan di TNP Laut Sawu dan Raja Ampat berjudul “Integrasi Kebijakan Berbasis Sains dalam Mendukung Konservasi dan Pemanfaatan secara Berkelanjutan Spesies yang Terancam Punah", ini didukung oleh dana hibah Global Environment Facility (GEF) melalui World Bank, kerjasama Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dengan Yayasan Reef Check Indonesia.

Kegiatan ini telah berjalan sejak bulan Mei tahun 2021. Dalam pelaksanaanya, Yayasan Reef Check Indonesia kerja bersama dengan Otoritas Pengelola Kawasan Konservasi di Raja Ampat, yaitu BLUD UPT KKP & BKKPN Kupang

Terpelihara dan terjaganya spesies dilindungi (Pari Manta) diharapkan dapat memberi dampak langsung pada masyarakat, terutama dalam penguatan bisnis wisata berbasis spesies.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD