IDXChannel - PT Bahana Sekuritas meraih dua penghargaan dalam ajang Alpha Southeast Asia Awards 2025, mempertegas perannya dalam pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pengakuan tersebut diberikan atas keterlibatan perseroan dalam penerbitan obligasi sosial dan instrumen keuangan syariah yang dinilai berdampak luas bagi pembiayaan sektor produktif.
Pada kategori pertama, Bahana Sekuritas memperoleh penghargaan Best SDG & Best Social Bond in Asia 2025 atas perannya sebagai Joint Lead Underwriter dalam penerbitan obligasi sosial perdana PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp5 triliun atau setara US$300 juta. Penerbitan ini menjadi salah satu yang terbesar di Asia, dengan fokus pembiayaan pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembiayaan inklusif, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, perseroan juga meraih penghargaan Best Islamic Finance & Best Social Orange Bond in Asia 2025 atas kontribusinya sebagai Joint Underwriter dalam penerbitan Social Orange-Linked Bond and Sukuk Tranches oleh PT Permodalan Nasional Madani senilai Rp3,77 triliun atau setara US$226 juta. Instrumen tersebut diarahkan untuk mendukung pemberdayaan perempuan prasejahtera, penguatan sektor ultra mikro, serta peningkatan inklusi keuangan berbasis syariah.
Direktur Investment Banking PT Bahana Sekuritas, Tulus Nababan, mengatakan capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen menghadirkan layanan investment banking yang tidak hanya unggul secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial nyata,” ujarnya.
Sebagai bagian dari holding Indonesia Financial Group (IFG), Bahana Sekuritas terus mendorong peningkatan kesadaran isu ESG di kalangan mitra strategis dan pelaku pasar. Penerbitan instrumen sosial tersebut juga dimanfaatkan untuk pembiayaan kembali proyek-proyek yang memenuhi kriteria kelayakan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Langkah ini dinilai selaras dengan agenda pembangunan nasional yang menekankan penguatan ekonomi berbasis prinsip keberlanjutan serta pengembangan pasar modal yang inklusif dan berdaya saing global.