sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Cerita Paskibraka Pembawa Baki Penurunan Bendera di Istana Asal Papua, Sempat Gugup Tapi Bangga

Inspirator editor Binti Mufarida
18/08/2026 11:59 WIB
Neeltje, yang merupakan siswi SMA Negeri 8 Kota Jayapura, Papua, mengaku tugas tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Cerita Paskibraka Pembawa Baki Penurunan Bendera di Istana Asal Papua, Sempat Gugup Tapi Bangga. (Foto: Sekretariat Presiden)
Cerita Paskibraka Pembawa Baki Penurunan Bendera di Istana Asal Papua, Sempat Gugup Tapi Bangga. (Foto: Sekretariat Presiden)

IDXChannel—Saat upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Papua, Neeltje Deliana Putri, bertugas membawa baki dan menyerahkan kembali Sang Merah Putih kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Semua mata sempat tertuju kepada Neeltje saat ia berjalan pelan menaiki satu per satu anak tangga Istana Merdeka.

Meski mengaku grogi, Neeltje berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Rasa gugup yang sempat dialaminya pun berubah menjadi kebanggaan ketika ia berhadapan langsung dengan Prabowo.

“Tentunya pertama gugup sekali karena harus melakukan tugas yang sangat berat ini. Tetapi di sisi lain juga excited karena bisa melakukan pengibaran di Istana Negara dan juga bertemu dengan Bapak Presiden,” kata Neeltje ditemui usai menjalankan tugasnya.

Neeltje, yang merupakan siswi SMA Negeri 8 Kota Jayapura, Papua, mengaku tugas tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Namun, meski merasa lega telah menjalankan tugas dengan baik, ia juga merasakan haru yang mendalam. Sebab, dengan berakhirnya rangkaian Puncak Peringatan HUT ke-81 RI, ia pun harus berpisah dengan anggota Paskibraka lainnya yang telah dianggapnya sebagai teman.

Neeltje dan anggota Paskibraka lainnya menjalani pelatihan bersama selama kurang lebih satu bulan. Rangkaian pelatihan, mulai dari pembekalan hingga pelatihan fisik dan mental, membuat ia dan anggota Paskibraka lainnya menjadi semakin dekat dan akrab.

“Itu karena kurang lebih selama satu bulan ini kita sudah bekerja keras, latihan fisik dan juga mental setiap hari. Dan akhirnya hari ini tugas itu selesai, dan kita juga merasa sangat lega,” ujarnya.

Bagi Neeltje, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk kembali mengingat jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

Berkat jasa para pahlawan di masa lalu, generasi muda Indonesia kini memiliki kesempatan untuk mengejar impiannya masing-masing, termasuk Neeltje yang bercita-cita menjadi insinyur pertambangan.

Ia berharap pengalaman selama menjalani pendidikan dan pelatihan Paskibraka dapat menjadi bekal bagi kehidupannya ke depan sekaligus membantunya menggapai impian tersebut.

“Menurut saya, memaknai hari kemerdekaan itu kita menghargai semua jasa-jasa pahlawan kita yang sudah bertempur untuk kemerdekaan kita,” tuturnya.

Terakhir, Neeltje juga menyampaikan doa dan harapannya kepada Prabowo agar senantiasa diberikan kesehatan dan panjang umur dalam mengemban tugas sebagai pemimpin Indonesia.

“Semoga Bapak panjang umur, sehat selalu, dan bisa melihat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang jauh lebih baik lagi, dan bisa melihat kami generasi muda menjadi harapan baru bangsa,” tutupnya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement