sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Delta Giri Wacana (DGWG) Akan Bangun Pabrik NPK di Palembang, Segini Produksinya

Market news editor Yanto Kusdiantono
28/09/2026 16:02 WIB
PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) berencana membangun pabrik pupuk NPK di Palembang, Sumatera Selatan.
Delta Giri Wacana (DGWG) Akan Bangun Pabrik NPK di Palembang, Segini Produksinya. (Foto IDX Channel)
Delta Giri Wacana (DGWG) Akan Bangun Pabrik NPK di Palembang, Segini Produksinya. (Foto IDX Channel)

IDXChannel – PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) berencana membangun pabrik pupuk NPK di Palembang, Sumatera Selatan, dengan kapasitas produksi mencapai 300.000 metrik ton per tahun. Kehadiran fasilitas ini akan melengkapi basis produksi DGWG di Gresik dan memperkuat kemampuan perseroan dalam melayani kebutuhan pasar di wilayah Indonesia di wilayah Sumatera.

“Fasilitas yang akan kita bangun di Palembang itu saat ini sebagian dari volume tersebut sudah kami supply dari pabrik kami yang di Gresik. Jadi nanti akan ada sebagian fasilitas yang berpindah dari kapasitas kami yang di Gresik,” ujar Direktur Delta Giri Wacana Danny Jo Putra saat public expose di Jakarta, Senin (28/9/2029).

Terkait pasar yang akan dibidik, dia menegaskan, sudah ada beberapa customer potensial yang berminat berdasarkan dari riset pasar yang dilakukan perseroan. Adapun fasilitas di Palembang ini menempati area 14,3 hektare.

Pengembangan fasilitas ini merupakan bagian dari upaya perseroan meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat kemampuan melayani kebutuhan khususnya di wilayah Sumatera sehingga DGW Group mampu meningkatkan competitive advantage-nya dari segi distribusi maupun harga.

Selain fasilitas baru di Palembang, perseroan juga memiliki beberapa fasilitas pendukung usaha yakni pabrik bahan baku dan formulasi produk agrokimia yang di Serang, Banten, dengan kapasitas produksi sekitar 1.715 metrik ton per tahun.

Pabrik pupuk NPK yang di Gresit, Jawa Timur, berkapasitas produksi sebesar 300.000 metrik ton per tahun. Fasilitas lainnya adalah pabrik mulsa di Serang, Banten, dengan kapasitas produksi 2.200 metrik ton per tahun.

Dengan didukung operasional tersebut, DGWG menargetkan target pendapatan menjadi Rp4,88 triliun, meningkat dari target awal Rp4,6 triliun. Dari sisi bottom line, perseroan juga menargetkan capaian laba tahun ini Rp251 miliar, lebih tinnggi dibanding proyeksi seblumnya Rp245 miliar.

Sepanjang semester I-2026 ini DGWG berhasil membukukan pendapatan Rp2,39 triliun atau meningkat 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,65 triliun. Dari pendapatan tersebut, perseroan mampu membukukan laba bersih Rp104 miliar, naik 94 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp51 miliar.

Di sisi lain, DGWG juga mulai memperluas posisi dalam rantai nilai agrokimia. Pengoperasian fasilitas karbamasi dan realisasi ekspor bahan aktif ke Afrika Selatan menunjukkan langkah Perseroan untuk tidak hanya berperan pada sisi distribusi produk agro-input, tetapi juga membangun kapabilitas pada sisi produksi bahan aktif.

Dengan fondasi tersebut, DGWG akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kapasitas, perluasan pasar, dan disiplin operasional, dengan tetap memperhatikan dinamika musim tanam, volatilitas nilai tukar, serta biaya logistik dan pengadaan yang menjadi tantangan industri.

Sekadar informasi, DGWG merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agroinput dengan model bisnis terintegrasi, meliputi pupuk, pestisida, alat-alat pertanian, dan distribusi internal. Saat ini perseroan memiliki jaringan distribusi nasional dan melayani sekitar 10 juta petani di Indonesia.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement