sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Divestasi Anak USaha, PGJO Keluar dari Bisnis Travel

Market news editor Desi Angriani
24/04/2026 07:01 WIB
PGJO berencana bertransformasi menjadi perusahaan induk (holding company) dengan fokus investasi di sektor logistik dan pertambangan.
Divestasi Anak USaha, PGJO Keluar dari Bisnis Travel (Foto: dok PGJO)
Divestasi Anak USaha, PGJO Keluar dari Bisnis Travel (Foto: dok PGJO)

IDXChannel - PT Bahtera Bumi Raya Tbk (PGJO) melepas mayoritas saham anak usaha, PT Pigijo Travelindo Sakti (PTS).

Aksi korporasi ini dilakukan untuk melepas bisnis travel sehingga perseroan dapat fokus menggarap sektor logistik dan tambang.

Transaksi divestasi tersebut berlangsung antara PGJO dengan Steffen dan Hevy Yafanny selaku pembeli. Di mana PGJO mengalihkan sebanyak 19.999 saham atau setara 99,995 persen kepemilikan di PTS.

Berdasarkan keterbukaan informasi Kamis (23/4/2026), nilai transaksi divestasi ini tercatat sebesar Rp139,99 juta.

Manajemen menegaskan, transaksi ini tidak termasuk dalam kategori transaksi material mengingat nilai transaksi tidak melebihi 10 persen dari total aset perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025.

Selain itu, kondisi permodalan perseroan yang tengah mengalami defisiensi juga menjadi pertimbangan dalam klasifikasi tersebut.

Adapun PTS didirikan pada 21 Februari 2022 untuk mendukung pengembangan bisnis PGJO di sektor pariwisata.

Selama ini, PGJO dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, khususnya penyedia layanan digital travel marketplace melalui aplikasi Pigijo.

Namun seiring masuknya pengendali baru, perseroan mulai mengarahkan strategi bisnis ke sektor yang berbeda. PGJO berencana bertransformasi menjadi perusahaan induk (holding company) dengan fokus investasi di sektor logistik dan pertambangan.

Langkah transformasi tersebut telah ditandai dengan pembentukan sejumlah entitas anak baru. Pada Oktober 2025, perseroan mendirikan PT Samudera Sejahtera Shipping dan PT Mega Mitra Marine yang bergerak di sektor logistik dan pelayaran.

Selanjutnya, pada 8 Desember 2025, PGJO juga membentuk PT Niaga Batu Raya dan PT Niaga Nikel Raya untuk memperkuat ekspansi di sektor pertambangan.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement