sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 3 Persen dalam Sepekan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
30/08/2026 10:15 WIB
Harga emas dunia mencatatkan kinerja negatif sepanjang pekan ini setelah berbalik arah dan turun tajam pada perdagangan Jumat (28/8/2026).
Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 3 Persen dalam Sepekan. (Foto: Magnific)
Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 3 Persen dalam Sepekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia mencatatkan kinerja negatif sepanjang pekan ini setelah berbalik arah dan turun tajam pada perdagangan Jumat (28/8/2026).

Emas spot turun 3,22 persen secara mingguan, menyusul meningkatnya taruhan pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Pada perdagangan Jumat, harga emas spot merosot 3,20 persen menjadi USD4.454.99 per troy ons. Harga tersebut menjadi level terendah sejak 20 Agustus.

Koreksi tersebut menarik harga emas menjauh dari level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan sebesar USD4.696,18 per ons yang sempat dicapai pada Selasa.

Tekanan terhadap emas meningkat setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memberikan sinyal bahwa bank sentral AS masih perlu bekerja lebih keras untuk memastikan inflasi kembali menuju target 2 persen.

“Harga emas sedang terpukul keras setelah Ketua The Fed Warsh menegaskan bahwa inflasi belum menunjukkan perlambatan yang berarti dan bank sentral masih memiliki ‘pekerjaan yang harus diselesaikan’,” kata analis independen Tai Wong, seperti dikutip Reuters.

Wong menambahkan, “Meski sekali lagi ini mungkin hanya soal retorika keras dengan tindakan yang terbatas, pernyataan tersebut membuat pasar melihat keputusan pada pertemuan September sebagai situasi yang benar-benar sulit diprediksi.”

Pelaku pasar pun meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan September.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada September kini mencapai 58 persen, naik dari 36 persen sebelum pernyataan Warsh. Peluang kenaikan suku bunga pada Desember bahkan mencapai 89 persen.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Selain itu, penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan turut menekan harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement