IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan sepanjang 27-31 Juli 2026. Di tengah pergerakan pasar yang masih fluktuatif, invetor tercatat mulai melakukan aksi beli yang menopang penguatan IHSG.
Berdasarkan data statistik mingguan BEI, IHSG ditutup di level 6.236,126 pada Jumat (31/7/2026), naik 0,64 persen dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya di level 6.196,430. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat dari Rp10.870 triliun menjadi Rp10.923 triliun, atau bertambah sekitar Rp53 triliun.
Meski IHSG mengakhiri pekan di zona hijau, walaupun terpantau aktivitas perdagangan saham mengalami perlambatan. Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan tercatat sebesar Rp15,44 triliun, turun 21,86 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp19,76 triliun.
Penurunan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang merosot 31,23 persen menjadi 30,04 miliar saham, dari sebelumnya 43,68 miliar saham.
Frekuensi transaksi harian ikut terkoreksi sebesar 31,88 persen menjadi 1,82 juta kali transaksi, dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 2,67 juta kali transaksi. Secara keseluruhan, total volume perdagangan saham selama sepekan mencapai 150,20 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp77,18 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 9,09 juta kali transaksi.
Di sisi lain, investor asing masih mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp7,10 triliun di seluruh pasar selama periode tersebut. Aksi beli investor asing tersebut menjadi salah satu penopang penguatan IHSG di tengah menurunnya aktivitas perdagangan.
Sementara investor domestik, justru mencatatkan net sell pada perdagangan pekan ini. Tercatat investor domestik pada peridoe yang sama membukukan net sell sebesar Rp7,1 triliun.
Pergerakan indeks sektoral juga menunjukkan mayoritas sektor berada di zona hijau. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 2,71 persen, diikuti barang konsumen non-priner atau consumer cyclicals yang naik 2,61 persen, kesehatan sebesar 2,51 persen, serta teknologi yang menguat 2,12 persen.
Sementara itu, sektor properti & real estate menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 3,49 persen, disusul infrastruktur yang melemah 1,74 persen dan energi yang terkoreksi 1,02 persen. (Febrina Ratna Iskana)