IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir mendatar pada penutupan sesi I perdagangan Senin (5/10/2026). IHSG naik 2 poin atau 0,03 persen ke 6.038,99 poin di tengah saham-saham yang bergerak stagnan.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tak bergerak di level Rp6.100. Begitu juga dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang stagnan di Rp3.080. Sementara saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 1,2 persen ke Rp4.080.
Selama tiga jam perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang yang relatif sempit di 6.019,8 dan 6.085,4 poin. Indeks yang sempat menghijau cukup signifikan, perlahan kehilangan tenaga dan sempat masuk zona merah.
Sebanyak 208,58 juta lot saham diperjualbelikan sepanjang sesi I dengan frekuensi kurang dari 1 juta kali. Adapun nilai transaksi mencapai Rp4,85 triliun.
Meski IHSG relatif flat, IDX30 dan LQ45 masing-masing menguat 0,38 persen dan 0,14 persen. Subindeks syariah, ISSI melemah tipis 0,06 persen, sedangkan JII rebound ke 0,21 persen.
Sektor energi menjadi pemberat sekitar 0,83 persen imbas koreksi pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melemah 3,33 persen ke Rp29. Sementara sektor transportasi mendorong indeks, dipicu oleh saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) dan PT Temas Tbk (TMAS).
Saham-saham yang menempati top gainers hingga siang ini di antaranya PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) menguat 20,1 persen ke Rp4.360, PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) naik 14,3 persen ke Rp16, dan PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) menanjak 13,0 persen ke Rp26.
Sementara saham-saham yang melemah dan menduduki jajaran top losers di antaranya PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) turun 4,7 persen ke Rp202, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) terkoreksi 4,7 persen ke Rp1.015, dan PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSRA) melemah 3,8 persen ke Rp5.050.
(Rahmat Fiansyah)