sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Turun 2 Persen, Berisiko Tembus Level 5.745

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
15/10/2026 11:14 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,21 persen ke level 5.811 hingga pukul 11.05 WIB pada perdagangan Kamis (15/10/2026).
IHSG Turun 2 Persen, Berisiko Tembus Level 5.745. (Foto: MNC Media)
IHSG Turun 2 Persen, Berisiko Tembus Level 5.745. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,21 persen ke level 5.811 hingga pukul 11.05 WIB pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Tekanan jual yang meluas membuat indeks berisiko melanjutkan koreksi hingga menembus level support berikutnya di 5.745.

Berdasarkan data pasar, nilai transaksi mencapai Rp7,34 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 16,53 miliar saham.

Sebanyak 654 saham melemah, 83 saham menguat, dan 226 saham bergerak stagnan.

Koreksi IHSG terjadi di tengah tekanan bursa global setelah inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) periode September 2026 tercatat sebesar 3,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), jauh di atas target inflasi 2 persen Federal Reserve (The Fed).

MNC Sekuritas menilai, kenaikan inflasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) sekali lagi sebesar 25 basis poin pada 2026.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi membuat imbal hasil US Treasury bertahan di atas 5 persen dan meningkatkan risiko arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sejumlah sektor turut membebani pergerakan IHSG. IDX Energy terkoreksi 3,93 persen, IDX Technology melemah 2,58 persen, sedangkan IDX Transportation turun 3,10 persen.

Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave a, dengan area koreksi yang perlu dicermati di rentang 5.744-5.794.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menyoroti tekanan yang juga melanda bursa Asia. Hingga perdagangan yang menjadi acuan analisis tersebut, Nikkei 225 melemah 5,24 persen, KOSPI 8,12 persen, Shanghai Composite turun 1,98 persen, dan Hang Seng terkoreksi 1,52 persen.

BRI Danareksa menilai, IHSG telah menembus support 5.850, mengonfirmasi berlanjutnya tekanan jual.

Pola head and shoulders juga mengindikasikan risiko bearish setelah indeks gagal bertahan di atas neckline 6.000.

Dengan kondisi tersebut, level 5.745 menjadi support berikutnya yang perlu dicermati.

Jika tekanan jual berlanjut dan level itu ditembus, IHSG berpotensi menguji support selanjutnya di 5.616, yang bertepatan dengan level Fibonacci 0,786.

Di sisi lain, area 5.850-6.000 kini menjadi rentang resistance yang perlu dilewati untuk meredakan tekanan teknikal.

Indikator MACD yang masih berada di zona negatif turut menunjukkan momentum bearish masih membayangi pergerakan indeks. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement