IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperdalam koreksi pada perdagangan Kamis (10/9/2026).
Hingga pukul 14.32 WIB, IHSG terkoreksi 76,15 poin atau 1,14 persen ke level 6.602,05, setelah sempat dibuka menguat ke posisi 6.688,17.
Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.712,50 sebelum berbalik arah dan menembus level psikologis 6.600, dengan level terendah hari ini di 6.598,23.
Pelemahan kali ini jauh lebih dalam dibanding sesi I yang hanya terkoreksi tipis 0,14 persen ke 6.668,52, menandakan tekanan jual yang meluas pada sesi II.
Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 461 saham melemah, berbanding 174 saham yang menguat dan 283 saham stagnan. Total volume transaksi tercatat 23,71 miliar saham.
Saham Perbankan Jumbo Jadi Pemberat Utama
Dua emiten perbankan raksasa mendominasi daftar penekan indeks.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif 13,21 poin ke IHSG usai melemah 2,63 persen ke Rp3.330 per unit. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menekan indeks 8,87 poin setelah terkoreksi 1,53 persen ke Rp6.425.
Dari sektor komoditas, saham milik Low Tuck Kwong, yang tengah dirumorkan akan diakuisisi Haji Isam, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ambles 3,63 persen ke Rp13.275 per unit dan memangkas indeks 8,19 poin.
Sementara, saham Grup Sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok lebih dalam sebesar 4,27 persen ke Rp1.120 dengan kontribusi negatif 5,66 poin.
Saham emiten kendaraan listrik Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), juga masuk jajaran laggard dengan koreksi tajam 5,85 persen ke Rp805, menekan indeks 3,09 poin.
Sederet saham big cap lain turut menjadi pemberat, di antaranya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 1,43 persen (-2,96 poin), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 1,13 persen (-2,78 poin), PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) turun 1,85 persen (-1,85 poin), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) turun 2,66 persen (-1,66 poin).
Sentimen Bursa Global dan Harga Minyak
Pelemahan IHSG hari ini sejalan dengan tekanan yang melanda mayoritas bursa saham Asia. Hang Seng, Kospi, dan Straits Times Index Singapura bergerak di zona merah, menyusul koreksi Wall Street semalam di mana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite seluruhnya ditutup melemah.
Kenaikan harga minyak mentah dunia turut membebani sentimen pasar. Harga minyak Brent menembus level US$100 per barel di tengah eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, memicu kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi global.
Pelemahan turut diperberat oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah IHSG gagal menembus level resistance psikologis 6.700 pada perdagangan sebelumnya.
Founder WH Project William Hartanto menilai pelemahan IHSG hari ini berpotensi bersifat sementara dan merupakan bentuk aksi ambil untung wajar.
"Berpotensi koreksi sebentar, bentuk profit taking aja," ujar William.
Ia menyebut level 6.600 menjadi support kunci yang perlu dicermati investor. "Support pada 6600, selama masih di atas ini maka masih aman," imbuh dia. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.