sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Investor Baru Masuk, MKNT Ubah Nama Jadi Remitra

Market news editor Rahmat Fiansyah
04/10/2026 13:00 WIB
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) resmi mengumumkan perubahan nama perusahaan menjadi PT Remitra Global International Tbk.
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) resmi mengumumkan perubahan nama perusahaan menjadi PT Remitra Global International Tbk. (Foto: Ist)
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) resmi mengumumkan perubahan nama perusahaan menjadi PT Remitra Global International Tbk. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) resmi mengumumkan perubahan nama perusahaan menjadi PT Remitra Global International Tbk. Perubahan ini sejalan dengan masuknya investor baru sekaligus ekspansi ke bisnis pengolahan udang dan baja.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 14 September 2026. Perubahan nama berlaku efektif terhitung keputusan Menteri Hukum RI yang terbit pada 1 Oktober 2026.

"Dengan demikian, nama perseroan menjadi PT Remitra Global International Tbk," kata Corporate Secretary MKNT, Shella Octavia melalui keterbukaan informasi dikutip Minggu (4/10/2026).

Perseroan juga mengumumkan masuknya invesstor baru dengan skema private placement. Harga pelaksanaan dipatok Rp1 per saham.

PT Headwell Bintang Energi Hijau kini menjadi pengendali baru MKNT dengan kepemilikan 668 juta saham. Aksi korporasi ini juga melibatkan lima investor individu, yakni Suripto, Daniel Tejakusuma, Rossa Linna, Jhon Veter Firdaus, dan Antony Lesmana.

Dari private placement, MKNT memperoleh dana Rp1,02 triliun di mana Rp1 triliun dipakai untuk kebutuhan modal kerja, Rp160 miliar akan disalurkan kepada PT Citra Baru Steel dan Rp30 miliar disalurkan kepada PT Radja Udang Malingping.

Keputusan private placement ini juga membuat saham beredar MKNT lebih banyak dan dilusi yang signifikan bagi pemegang saham publik. Saham beredar MKNT naik dari 5,5 miliar saham menjadi 1,03 triliun saham dengan modal disetor naik dari Rp110 miliar menjadi Rp1,13 triliun.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement