sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Komitmen Reformasi Pasar Modal, IHSG Berpotensi ke Level 8.210

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
03/02/2026 17:07 WIB
IHSG saat ini memiliki level support di area 7.836 dan 7.701, sementara resistance terdekat berada di level 8.054 dan 8.210.
Pemerintah Komitmen Reformasi Pasar Modal, IHSG Berpotensi ke Level 8.210 (FOTO:iNews Media Group)
Pemerintah Komitmen Reformasi Pasar Modal, IHSG Berpotensi ke Level 8.210 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan siang ini dan berhasil bergerak di atas level psikologis 8.000. Hingga pukul 14.45 WIB, IHSG tercatat berada di posisi 8.049 atau menguat 1,6 persen dibandingkan pembukaan di level 7.888.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup solid dengan total volume mencapai 493 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp23 triliun. Penguatan indeks mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar saham domestik.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam jalur teknikal yang positif. Menurutnya, penguatan indeks terjadi setelah IHSG menguji area 38,2 persen Fibonacci retracement.

“Secara teknikal, IHSG semestinya bisa menguat setelah menguji 38,2 persen Fibonacci retracement yang didukung oleh indikator RSI yang sebelumnya menunjukkan kondisi oversold,” ujar Nafan dalam keterangannya Selasa (3/2/2025).

Dia menambahkan, IHSG saat ini memiliki level support di area 7.836 dan 7.701, sementara resistance terdekat berada di level 8.054 dan 8.210. Selama indeks mampu bertahan di atas area support, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.

Nafan melihat, dari sisi sentimen domestik, pasar merespons positif langkah regulator pasar modal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menyampaikan sejumlah usulan kepada MSCI mengenai upaya reformasi pasar modal RI.

Usulan perbaikan tersebut antara lain peningkatan transparansi pengungkapan kepemilikan saham, perluasan likuiditas pasar, serta rencana kenaikan batas minimum free float secara bertahap dari 7,5 persen menjadi 15 persen dengan target awal implementasi pada Maret 2026.

Upaya penguatan kualitas data investor juga menjadi perhatian utama melalui klasifikasi 27 sub-tipe investor dan komitmen pembaruan data secara berkala. Sementara dari sentimen global, pelaku pasar masih memperkirakan The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan berikutnya.

Meski demikian, peluang pemangkasan suku bunga lanjutan di pertengahan 2026 tetap terbuka apabila inflasi tetap terkendali.

Optimisme terhadap kinerja laporan keuangan emiten teknologi berkapitalisasi besar serta penantian rilis data tenaga kerja turut menopang sentimen positif pasar saham global.

"Kombinasi sentimen teknikal, domestik, dan eksternal tersebut menjadi faktor pendukung bagi IHSG untuk tetap bergerak stabil dengan kecenderungan menguat dalam jangka pendek," kata Nafan.

(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement