sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pyridam Farma (PYFA) Kantongi Izin BPOM Pasarkan Fenofibrate, Obat Terapi Penurun Kolesterol

Market news editor Rahmat Fiansyah
07/10/2026 10:07 WIB
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memperkuat portofolio produk kesehatan untuk pengobatan gangguan lipid.
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memperkuat portofolio produk kesehatan untuk pengobatan gangguan lipid. (Foto: Ist)
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memperkuat portofolio produk kesehatan untuk pengobatan gangguan lipid. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memperkuat portofolio produk kesehatan untuk pengobatan gangguan lipid. Hal ini ditandai dengan perolehan Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk obat terapi fenofibrate 145 miligram (mg).

Kehadiran produk komersial ini dirancang untuk menyediakan alternatif terapi farmakologis yang andal bagi tenaga medis dalam menurunkan kadar trigliserida dan memperbaiki profil lipid darah, termasuk mengurangi kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) pasien, sekaligus memitigasi risiko pembentukan plak pemicu penyumbatan arteri secara proaktif.

Dari kacamata analitik kesehatan publik dan ekonomi makro, peluncuran fenofibrate merespons langsung tingginya beban finansial dan mortalitas akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia, dalam hal ini risiko kardiovaskular. Merujuk pada laporan data BPJS Kesehatan per September 2026, penyakit jantung dan stroke mengklaim hingga 1,5 juta jiwa setiap tahunnya.

Penanganan kardiovaskular tersebut secara paralel menyedot porsi pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional terbesar, mencapai Rp17,35 triliun untuk penyakit jantung dan Rp 7,21 triliun untuk stroke. Intervensi medis PYFA ini diposisikan sebagai langkah strategis jangka panjang untuk membantu menekan rasio morbiditas sekaligus meringankan beban sistem pembiayaan kesehatan negara.

“Bagi kami, perolehan NIE bukan hanya menjadi pencapaian regulasi, tetapi juga membuka peluang bagi PYFA untuk terus memperluas portofolio dan menghadirkan lebih banyak produk kesehatan yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Direktur PT Pyridam Farma Tbk, Bedjo Stefanus dalam keterangan resmi dikutip Rabu (8/10/2026).

Momentum pengesahan regulasi ini turut didukung peningkatan skala kapabilitas operasional dan manufaktur perusahaan, guna merespons permintaan pasar.

Sebagai bentuk komitmen dalam memitigasi ledakan kasus penyakit kritis, perseroan juga telah merampungkan konstruksi fasilitas produksi injeksi steril pada Lini 3. Infrastruktur manufaktur tersebut diproyeksikan memasuki fase produksi komersial secara penuh pada awal tahun 2027.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement