sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Ditutup Lesu ke Rp17.915 per USD, Ini Sentimen Pemicunya

Market news editor Anggie Ariesta
08/10/2026 15:57 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (8/10/2026), turun 28 poin atau sekitar 0,16 persen ke level Rp17.915 per USD.
Rupiah Ditutup Lesu ke Rp17.915 per USD, Ini Sentimen Pemicunya. (Foto Istimewa)
Rupiah Ditutup Lesu ke Rp17.915 per USD, Ini Sentimen Pemicunya. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (8/10/2026), turun 28 poin atau sekitar 0,16 persen ke level Rp17.915 per USD.

Analis Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Konflik yang terus berlanjut antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran juga membuat pasar waspada terhadap kemungkinan gangguan pasokan lebih lanjut, terutama setelah kelompok tersebut menyerang kilang minyak di Riyadh awal pekan ini.

“Meski demikian, pasokan dari Timur Tengah terpantau meningkat pada bulan September, dengan arus melalui Selat Hormuz sempat melampaui tingkat sebelum perang,” ujar Ibrahim dalam risetnya.

Namun, ancaman terhadap pelayaran minyak di Teluk dan Selat Hormuz jalur yang sebelum perang mengangkut volume setara dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dan bahan bakar global telah meningkat pada Oktober seiring dengan konflik antara AS-Israel dan Iran yang memasuki bulan kedelapan.

Saat ini pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan 27-28 Oktober 2026, menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada September.

Namun, risiko inflasi yang terus berlanjut, yang sebagian didorong oleh tingginya harga energi membuat kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada Desember tetap terbuka.

Hari ini fokus pasar akan tertuju pada data mingguan klaim awal tunjangan pengangguran yang kan dirilis malam nanti pukul 19.30 WIB.

Dari sentimen dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia tetap berada di zona optimistis. Namun pada September, optimisme tersebut sedikit memudar.

IKK September tercatat 118,1 sedikit memudar dibandingkan data pada Agustus sebesar 118,5. IKK di atas 100 menandakan konsumen optimistis memandang perekonomian saat ini hingga enam bulan mendatang.

Selain itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Agustus 2026 tercatat mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Realisasi pendapatan negara tercatat baru 65,2 persen dari total target APBN yang sebesar Rp3.153 triliun, sementara realisasi belanja negara tercatat Rp2.295,7 triliun atau 59,7 persen dari target belanja yang mencapai Rp3.842 triliun.

Menurut Ibrahim, angka tersebut menurut para ekonom harus dibaca bersama dengan pos penerimaan yang masih berpotensi berubah, terutama restitusi. Jika hanya melihat persentase realisasi, posisi APBN bisa terlihat lebih longgar daripada kondisi sebenarnya. 

"Kualitas penerimaan di balik angka tersebut harus diperhatikan dengan restitusi pajak yang belum dibayarkan dan berpotensi membuat penerimaan bersih untuk sementara terlihat lebih tinggi, meskipun negara sebenarnya memiliki kewajiban pengembalian kepada wajib pajak," kata dia.

Ketika restitusi dicairkan pada kuartal IV, kata dia, terutama bersamaan dengan meningkatnya pengembalian PPN eksportir dan penyelesaian kewajiban pajak badan, penerimaan bersih dapat turun dan defisit melebar tanpa ada tambahan belanja baru. Hal ini bukan berarti seluruh restitusi yang belum cair akan otomatis menjadi tambahan defisit. 

"Besarnya dampak tergantung pada stok restitusi yang masih menunggu pembayaran dan kapan pembayaran tersebut dilakukan," ujar Ibrahim.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.750-Rp18.050 per USD.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement