sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham BUMI Melaju Usai Resmi Caplok Loyal Metals, Simak Proyeksinya

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
08/09/2026 10:21 WIB
Saham emiten tambang Grup Bakrie-Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (8/9/2026).
Saham BUMI Melaju Usai Resmi Caplok Loyal Metals, Simak Proyeksinya. (Foto: Bumi Resources)
Saham BUMI Melaju Usai Resmi Caplok Loyal Metals, Simak Proyeksinya. (Foto: Bumi Resources)

IDXChannel – Saham emiten tambang Grup Bakrie-Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (8/9/2026), setelah perseroan resmi merampungkan akuisisi Loyal Metals Ltd.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.06 WIB, saham BUMI naik 4,55 persen ke level Rp230 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp533,89 miliar. Kenaikan tersebut memperpanjang tren positif saham BUMI dalam dua hari perdagangan sebelumnya.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai BUMI masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan setelah berhasil menembus area resistance 196-202.

“Dengan harga saat ini di 230 dan sedang menguji MA200 (232). Harga masih bertahan di atas MA20 (195), sementara MACD bullish dengan histogram yang kembali menguat,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya, Selasa (8/9/2026).

Menurut sekuritas tersebut, apabila BUMI mampu menembus dan bertahan di atas garis moving average 200-hari atau MA-200, saham berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level 237-248 sebagai resistance sekaligus target terdekat.

Resmi Akuisisi Loyal Metals

Sentimen positif juga datang dari aksi korporasi perseroan. Sebelumnya, BUMI melalui anak usahanya di Australia, Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA), resmi menyelesaikan akuisisi Loyal Metals Ltd pada 4 September 2026.

BRA membeli sebanyak 175.710.515 saham atau setara dengan 100 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Loyal Metals, perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Australia.

“Dengan demikian, perseroan melalui BRA telah memiliki 100 persen saham Loyal dengan total nilai transaksi Rp1 triliun atau setara dengan 79 juta dolar Australia,” kata Direktur BUMI R. A. Sri Dharmayanti dalam keterbukaan informasi, Senin (7/9/2026).

Akuisisi tersebut memperluas eksposur BUMI ke aset mineral di Australia dan berpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru perseroan di luar bisnis batu bara.

Proyek Gasifikasi

Sebelumnya, unit usaha BUMI memulai pembangunan proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu langkah hilirisasi batu bara berkalori rendah sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor metanol.

Dalam siaran pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (31/8/2026), proyek tersebut dikembangkan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan dua anak usaha BUMI, yakni PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek strategis nasional (PSN) gasifikasi batu bara menjadi metanol tersebut dilakukan Wakil Menteri ESDM Yuliot pada Senin (31/8/2026) di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.

Proyek ini dibangun di atas lahan sekitar 93 hektare dan ditargetkan memiliki kapasitas produksi sekitar 2 juta ton metanol per tahun. Kebutuhan batu bara diperkirakan mencapai 7,70-7,78 juta ton per tahun dengan kalori sekitar 3.400 kcal per kg.

Metanol yang diproduksi akan memenuhi kebutuhan industri domestik, terutama sektor petrokimia dan formaldehida, serta mendukung pengembangan fatty acid methyl ester (FAME) dan program B50. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement