IDXChannel - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membagikan dividen kepada pemegang saham meski perusahaan mencatatkan kerugian untuk tahun buku 2025. Dividen tersebut merupakan yang diberikan ketiga kalinya secara beruntun setiap tahun.
Perusahaan real estat kawasan industri hingga perhotelan itu menetapkan dividen tunai sebesar Rp23,5 miliar. Besaran dividen tersebut setara dengan Rp5 per saham.
Penentuan dividen tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan di Hotel Gran Melia, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026).
Sepanjang 2025, Surya Internusa membukukan pendapatan sebesar Rp4,4 triliun, turun tajam dari 2024 yang sebesar Rp6,3 triliun, imbas penurunan penjualan lahan industri. Alhasil, performa bottom line berbalik dari laba Rp234 miliar menjadi rugi Rp89 miliar.
Sejalan dengan penurunan kinerja, perseroan mengalami tekanan dari sisi arus kas (cashflow). Arus kas dari aktivitas operasional negatif Rp1,15 triliun, berbalik dari positif pada 2024 sebesar Rp718 miliar.
Oleh karena itu, perseroan memutuskan untuk menarik saldo laba sebagai dividen mengingat posisinya yang "gemuk". Hingga 31 Desember 2025, posisi saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp2,95 triliun.
Di samping dividen, pemegang saham juga menyetujui agenda lainnya seperti laporan keuangan tahun buku 2025, honorarium dan tunjangan dewan komisaris Rp6,3 miliar, hingga mengubah susunan pengurus perseroan. Fentony diangkat menjadi Komisaris Surya Internusa.
Sementara dalam RUPS Luar Biasa, pemegang saham menyetujui rencana private placement dalam rangka program MESOP dengan jumlah saham yang diterbitkan maksimal 235 juta saham. Lalu, penyesuaian Kode Baku Klasifikasi Indonesia (KBLI) 2025 juga mendapatkan restu dari investor.
Presiden Direktur Surya Internusa, Johannes Suriadjaja menyatakan, program MESOP akan diberikan kepada seluruh individu berkinerja tinggi di lingkungan grup perseroan, mulai dari tingkat manajer hingga jajaran eksekutif puncak (C-Level).
"Harga pelaksanaan akan mengikuti peraturan yang berlaku dan ditetapkan tidak kurang dari 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham SSIA selama 25 Hari
Bursa berturut-turut sebelum periode pelaksanaan," katanya.
Berikut jadwal pembagian dividen SSIA:
1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 29 Juni 2026
2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 30 Juni 2026
3. Cum Dividen di Pasar Tunai : 1 Juli 2026
4. Ex Dividen di Pasar Tunai : 2 Juli 2026
5. Pembayaran Dividen : 23 Juli 2026
(Rahmat Fiansyah)