IDXChannel - PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) mencatatkan rugi bersih Rp19,18 miliar pada semester I-2026.
Kondisi dan kinerja tersebut mendapat sorotan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengacu pada laporan keuangan terbaru, BIKE membukukan pendapatan neto sebesar Rp121,12 miliar.
Sementara itu, total aset perseroan tercatat Rp98,02 miliar, dengan total liabilitas Rp32,50 miliar dan ekuitas Rp65,52 miliar.
Manajemen BIKE mengatakan, perseroan masih menjajaki dan mengevaluasi berbagai peluang usaha untuk membalikkan kerugian menjadi laba.
Perseroan saat ini tengah melakukan pengembangan dan transformasi kegiatan usaha secara bertahap dengan mempertahankan bisnis eksisting sekaligus melakukan diversifikasi dan memperkuat lini usaha.
"Perseroan tetap melakukan penjajakan dan evaluasi atas berbagai peluang usaha dan kerja sama. Namun, kegiatan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan/atau
evaluasi dan belum merupakan kontrak atau transaksi yang telah terealisasi," ujar manajemen BIKE dalam keterbukaan informasi BEI, Sabtu (3/10/2026).
Untuk 2026, BIKE berencana mempertahankan dan mengembangkan kegiatan usaha eksisting sembari mempersiapkan sejumlah kegiatan usaha baru.
Namun, rencana tersebut masih dalam proses evaluasi, termasuk dari sisi kelayakan usaha, pendanaan, perizinan, struktur transaksi, hingga pemenuhan ketentuan regulator.
"Dengan demikian, rencana pengembangan usaha tersebut belum seluruhnya merupakan kegiatan usaha yang telah direalisasikan," kata manajemen.
Salah satu transformasi bisnis yang mulai berjalan adalah rencana pengembangan kawasan Pasar Minggu. PT Ratu Karya, entitas anak BIKE, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perumda Pasar Jaya pada 17 September 2026.
MoU tersebut menjadi kesepahaman awal untuk mempersiapkan kerja sama pengembangan kawasan Pasar Minggu dengan nilai investasi Rp1 triliun.
Nantinya kawasan Pasar Minggu akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari kios dan los bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), rumah susun, rumah sakit, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga food court.
"Dengan adanya kegiatan tersebut dapat menjadikan optimisme publik untuk turut berinvestasi," tutur manajemen.
(DESI ANGRIANI)