sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Telkom (TLKM) Bakal Pangkas 50 Anak Usaha, 24 Entitas Sudah Ditutup

Market news editor Rohman Wibowo
30/09/2026 22:05 WIB
Hingga akhir kuartal III-2026, sebanyak 24 anak usaha telah ditutup dan 19 entitas lainnya ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Telkom (TLKM) Bakal Pangkas 50 Anak Usaha, 24 Entitas Sudah Ditutup (Foto: iNews Media Group)
Telkom (TLKM) Bakal Pangkas 50 Anak Usaha, 24 Entitas Sudah Ditutup (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menargetkan penutupan 50 anak usaha dari total 68 entitas menjadi hanya 18 perusahaan. 

Hingga akhir kuartal III-2026, sebanyak 24 anak usaha telah ditutup dan 19 entitas lainnya ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, proses streamlining atau perampingan anak usaha dilakukan secara agresif untuk menyederhanakan struktur bisnis holding.

"Total yang harus kita streamline itu ada 50 perusahaan, dari 68 menjadi 18. Per hari ini kita sudah close 24 atau hampir 50 persen dengan kecepatan sangat agresif, dan targetnya 19 anak perusahaan akan kita close lagi di kuartal IV ini," kata Nanang dalam konferensi pers di kantor Telkom, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Dengan demikian, masih terdapat tujuh entitas yang diperkirakan baru dapat diselesaikan pada 2027. Nanang menjelaskan, proses terhadap tujuh perusahaan tersebut berkaitan dengan aksi divestasi sehingga membutuhkan waktu lebih panjang.

Menurut dia, Telkom perlu memastikan optimalisasi nilai sebelum melakukan perampingan terhadap entitas yang masuk dalam proses divestasi. Perseroan akan mempertimbangkan valuasi aset dan kepentingan keuangan perusahaan sebelum transaksi dilakukan.

"Sisanya tujuh perusahaan kemungkinan akan bergeser ke 2027 karena melibatkan aktivitas divestasi. Divestasi ini kami lakukan untuk memastikan optimisasi dari value sebelum entitas tersebut di-streamline," ujar Nanang.

Perampingan tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi Telkom dan sejalan dengan target efisiensi yang didorong Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Nanang menegaskan, perubahan susunan manajemen Telkom setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tidak akan mengubah arah program streamlining yang telah berjalan.

Menurutnya, Telkom telah memiliki kerangka kerja dan target yang ditetapkan secara institusional sehingga proses restrukturisasi tetap berjalan meski terjadi pergantian jajaran manajemen.

"Streamlining ini sudah in line dalam strategi TLKM 3.0 sesuai target Danantara yang perlu dipercepat. Kami sudah memiliki framework yang ditetapkan secara institusi dan organisasi, sehingga prosesnya tetap berjalan mulus seperti tidak ada pergantian orang," tutur Nanang.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement