sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tempo Scan Group (TSPC) Gandeng Raksasa Farmasi China, Perkuat Lini Specialty Pharmaceutical

Market news editor Niko Prayoga
24/07/2026 15:19 WIB
Kemitraan ini diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Tempo Scan Group (TSPC) Gandeng Raksasa Farmasi China, Perkuat Lini Specialty Pharmaceutical. (Foto: MNC Media)
Tempo Scan Group (TSPC) Gandeng Raksasa Farmasi China, Perkuat Lini Specialty Pharmaceutical. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Akses masyarakat terhadap obat bioteknologi modern diproyeksikan semakin luas setelah PT Tempo Scan Pacific Tbk menggandeng anak perusahaan raksasa farmasi China, Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co,. Ltd (CTTQ). 

Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co., Ltd merupakan anak usaha Sino Biopharmaceutical Limited. Kolaborasi itu diwujudkan melalui pembentukan perusahaan patungan PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI).

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat lini specialty pharmaceutical di Indonesia. Selain itu, kemitraan ini diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Penandatanganan berlangsung di Tempo Scan Tower, Jakarta, Jumat (24/7/2026). 

Acara ini antara lain dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Hadir pula Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, Co-CEO MNC Group Angela Tanoesoedibjo, yang turut menyaksikan acara tersebut.

Skema usaha patungan menetapkan kepemilikan 51 persen berada pada Sino Biopharm/CTTQ. Sementara Tempo Scan menguasai 49 persen saham perusahaan baru tersebut. 

Menurut Airlangga, investasi manufaktur biofarmasi memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional. Produksi lokal akan difokuskan bagi penyakit prioritas. 

"Diharapkan mendorong produk bio untuk penyakit prioritas," ujarnya.

Airlangga menambahkan, produksi dalam negeri berpotensi menurunkan harga obat bioteknologi. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh terapi lebih terjangkau. Obat-obatan tersebut juga diharapkan masuk skema pembiayaan BPJS Kesehatan. 

"Harganya bisa ditekan dan diakses sistem BPJS," katanya.

Executive Chairman and Co-Founder Tempo Scan Group Handojo S. Muljadi menjelaskan, model joint venture dipilih karena berorientasi jangka panjang. Menurutnya, kerja sama ini tidak sebatas lisensi produk. Sebaliknya, kedua perusahaan juga menyiapkan peta jalan alih teknologi berkelanjutan. 

"Joint venture berwawasan jangka panjang," ujar Handojo.

Dia menilai kolaborasi tersebut turut meningkatkan persaingan produk farmasi berkualitas tinggi. Kondisi itu diharapkan menekan harga terapi modern, terutama bagi pasien kanker. Handojo menyebut terdapat hampir 500.000 kasus kanker setiap tahun. 

"Pasien mendapat akses terhadap produk berkualitas dan terpercaya," ucapnya.

Lebih jauh, Handojo mengatakan, pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting mengenai ketahanan rantai pasok global. Karena itu, penguatan industri farmasi nasional dinilai semakin mendesak. 

Melalui PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia, perusahaan menargetkan peluncuran bertahap produk specialty dan innovative medicine dalam beberapa tahun mendatang. Produk tersebut mencakup yang telah memperoleh persetujuan maupun yang masih menjalani proses registrasi di BPOM dan BPJS. 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement