IDXChannel - PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) berhasil membalikkan tren negatif setelah empat tahun berturut-turut mencatat kerugian. Emiten perhotelan tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp3,3 miliar pada 2025, berbalik dari rugi Rp2,65 miliar pada 2024.
Capaian positif tersebut seiring pendapatan perseroan yang tumbuh 13,5 persen menjadi Rp232,5 miliar pada 2025 dari Rp204,9 miliar pada tahun sebelumnya. Sejak 2021, ICON terus mencetak rugi dengan rincian tahun 2023 rugi Rp764 juta, 2022 rugi Rp23,2 miliar, dan 2021 rugi Rp338 juta.
Peningkatan pendapatan didorong oleh penguatan segmen usaha utama perseroan di bidang hospitality, catering, serta facility management. Meski sempat tertekan pada periode 2021–2024, ICON meningkatkan efisiensi operasional dan membalikkan posisi rugi menjadi laba pada 2025.
Perbaikan kinerja ini langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham ICON melesat lebih dari 12 persen saat perdagangan Kamis (30/4/2026) sehari setelah laporan tahunan dirilis. Lonjakan harga saham tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap pemulihan fundamental.
Praktisi Trading sekaligus Board of Director International Federation of Technical Analyst (IFTA), Indrawijaya Rangkuti menilai, secara teknikal saham ICON keluar dari periode konsolidasi panjang di kisaran Rp300Rp50.
“Volume perdagangan mulai meningkat signifikan sejak Agustus–September 2025, diikuti akselerasi kuat di awal 2026 dengan volume spike lebih dari 2 juta lot pada 27 Februari 2026,” ujarnya.
Saat ini, grafik saham membentuk higher low sejak September 2025. Level teknikal yang perlu dipantau adalah resistance 1 di level Rp149, resistance 2 di level Rp173 dan untuk support 1 di level Rp127 dan support 2 di level Rp116.
Indrawijaya menilai, saat ini saham ICON terlihat membentuk medium term market sideway, dua hari terakhir membuat higher low tetapi tidak membuat higher higher sehingga ada potensi gap up pada perdagangan berikutnya.
Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp153 miliar, ICON tergolong saham small-cap. Likuiditas yang masih rendah membuat pergerakan harganya berpotensi sangat volatil dalam waktu singkat.
Pemulihan laba di 2025 memberikan angin segar bagi ICON setelah periode sulit. Namun, sebagai emiten kecil, perseroan tetap menghadapi tantangan likuiditas dan ketergantungan pada pemulihan sektor hospitality serta jasa pendukung industri. Dengan begitu, investor tetap perlu mencermati laporan keuangan secara lengkap dan strategi ekspansi emiten ke depan untuk menilai keberlanjutan momentum ini.
(Rahmat Fiansyah)