IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026), didorong laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan yang melampaui ekspektasi pasar. Penguatan ini terjadi di tengah tekanan terhadap saham-saham teknologi terkait kecerdasan buatan (AI).
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 400 poin atau 0,8 persen. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,4 persen dan Nasdaq Composite naik 0,2 persen.
Saham produsen produk industri dan keselamatan 3M melonjak lebih dari 4 persen setelah membukukan kinerja keuangan di atas ekspektasi dan menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh. Saham perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Northrop Grumman serta RTX masing-masing menguat 6 persen dan 1 persen setelah melaporkan kinerja yang melampaui perkiraan.
Sebaliknya, saham sejumlah perusahaan semikonduktor dan teknologi mengalami tekanan. Micron Technology, Intel, dan Sandisk masing-masing turun sekitar 2 persen. Seagate Technology dan Advanced Micro Devices terkoreksi lebih dari 1 persen, sedangkan CoreWeave melemah lebih dari 3 persen.
Sentimen terhadap saham teknologi turut tertekan setelah perusahaan AI asal Korea Selatan, Elice, anjlok lebih dari 30 persen dalam debut perdagangannya di bursa. Investor semakin mengkhawatirkan keberlanjutan reli saham AI di tengah meningkatnya perhatian terhadap kebutuhan utang dan prospek permintaan teknologi tersebut.
Pada perdagangan Senin (19/10/2026), indeks S&P 500 menguat 0,4 persen, sedangkan Nasdaq Composite melonjak lebih dari 1 persen. Saham Nvidia naik 1,4 persen, Tesla menguat 3,8 persen, dan Alphabet bertambah sekitar 1 persen.
Penguatan tersebut menjadi pemulihan setelah tekanan jual pada pekan sebelumnya menyeret pasar saham secara luas. Kekhawatiran meningkat terhadap besarnya pinjaman yang digunakan perusahaan untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI.
“Perbaikan sentimen terhadap prospek teknologi modern membuat Wall Street bernapas lega. Pelaku pasar mulai mengurangi posisi lindung nilai setelah biaya perlindungan terhadap volatilitas melonjak pada perdagangan Jumat, menjelang aksi jual yang semakin intensif,” tulis Ekonom Senior Interactive Brokers, Jose Torres dikutip dari CNBC International.
Saham CoreWeave, yang anjlok lebih dari 25 persen pada pekan sebelumnya, sempat berupaya memulihkan kerugian setelah Goldman Sachs menaikkan rekomendasi sahamnya menjadi beli. Namun, penguatan awal tersebut memudar dan saham ditutup sedikit melemah.
Sementara itu, bursa saham Asia-Pasifik bergerak turun pada Selasa setelah bursa AS menguat pada perdagangan sebelumnya. Indeks Kospi Korea Selatan merosot 3,73 persen, Nikkei 225 Jepang melemah 1,3 persen, sedangkan S&P/ASX 200 Australia turun 0,33 persen ke level 8.816,9.
(Rahmat Fiansyah)