sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Hari Santri Nasional, Pemerintah Amanatkan Santri untuk Terus Mengabdi Bagi Indonesia

News editor Kunthi Fahmar Sandy
22/10/2026 13:48 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan santri harus terus melanjutkan pengabdian kepada bangsa Indonesia melalui berbagai kontribusi nyata.
Hari Santri Nasional, Pemerintah Amanatkan Santri untuk Terus Mengabdi Bagi Indonesia (FOTO:Dok BPMI Setpres)
Hari Santri Nasional, Pemerintah Amanatkan Santri untuk Terus Mengabdi Bagi Indonesia (FOTO:Dok BPMI Setpres)

IDXChannel - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan santri harus terus melanjutkan pengabdian kepada bangsa Indonesia melalui berbagai kontribusi nyata.

Amanat tersebut disampaikan Nasaruddin dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 pada Kamis (22/10).

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin mengatakan bahwa pada masa perjuangan kemerdekaan, para santri turut berkontribusi dalam upaya mempertahankan kemerdekaan. Hal ini tercermin dalam Resolusi Jihad yang dimaklumatkan oleh Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang turut menggerakkan perlawanan rakyat pada 10 November 1945.

Ia menjelaskan peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa santri senantiasa memberikan kontribusi bagi Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak para santri untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa melalui berbagai kontribusi yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia," ujar Nasaruddin.

"Tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta ini, bagi seorang santri, tidak boleh padam," ujar dia.

Nasaruddin mengatakan bahwa Indonesia akan mencapai usia 100 tahun pada 2045. Pada tahun tersebut, pemerintah berharap visi Indonesia Emas dapat terwujud, dengan Indonesia menjadi negara maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan inovasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Dalam konteks ini, ia menilai santri memiliki peran strategis dalam membangun peradaban Indonesia pada masa depan.

Ke depan, santri memiliki peluang besar untuk mengambil peran penting dalam berbagai bidang, mulai dari menjadi ulama, ilmuwan, pendidik, dan pengusaha hingga pemimpin.

Oleh karena itu, ia mengajak para santri untuk membuka wawasan seluas-luasnya. Selain menguasai ilmu agama, santri juga perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Di sinilah para santri harus mengambil peran penting. Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Santri bisa menjadi apa saja," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Nasaruddin juga mengajak para santri untuk terus menjaga tradisi pesantren yang menjunjung tinggi kemandirian dan akhlak mulia, sekaligus tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Saya mengajak seluruh santri di mana pun kalian berada, jadilah pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, jadilah pelopor persatuan, penjaga kerukunan, penggerak kemandirian ekonomi, serta sahabat bagi lingkungan," kata dia.


(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement