sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indonesia dan 76 Negara Lainnya Walk Out saat Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News editor Wahyu Dwi Anggoro
25/09/2026 09:15 WIB
Delegasi Indonesia meninggalkan ruangan atau walk out ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bang
Indonesia dan 76 Negara Lainnya Walk Out saat Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB. (Foto: PTRI New York)
Indonesia dan 76 Negara Lainnya Walk Out saat Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB. (Foto: PTRI New York)

IDXChannel - Delegasi Indonesia meninggalkan ruangan atau walk out ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81.

Dalam rekaman video yang dibagikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), para diplomat Indonesia meninggalkan mejanya dan berjalan keluar ruangan bersama puluhan kolega mereka dari negara lain.

Dilansir dari Middle East Monitor pada Jumat (25/9/2026), media Israel melaporkan bahwa sekitar 77 delegasi meninggalkan ruangan atau tidak hadir sama sekali ketika Netanyahu berpidato.

Pidato Netanyahu di Sidang Umum PBB ke 81 menjadi sorotan komunitas internasional, di tengah masih berlangsungnya serangan Israel terhadap Gaza meski kesepakatan gencatan senjata telah tercapai.

Palestina menjadi salah satu isu utama yang diangkat Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Sidang Umum PBB ke-81, terutama prospek perdamaian di Gaza.

Dalam sebuah pertemuan terkait gaza awal pekan ini, Sugiono mendorong langkah-langkah nyata untuk memperbaiki kondisi di wilayah Palestina tersebut.

“Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata," kata Sugiono dalam Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab and Islamic Countries.

"Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza," katanya.

Kelompok Group of Eight terdiri atas Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, dan Pakistan.

(Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement