sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indonesia Dapat Bantuan Cairan Pemadam karhutla dari Brazil, Dudung: Kita Uji Coba

News editor Achmad Al Fiqri
12/10/2026 04:30 WIB
Indonesia menerima bantuan cairan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Brazil.
Indonesia Dapat Bantuan Cairan Pemadam karhutla dari Brazil, Dudung: Kita Uji Coba. (Foto: iNews Media Group)
Indonesia Dapat Bantuan Cairan Pemadam karhutla dari Brazil, Dudung: Kita Uji Coba. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah Indonesia menerima bantuan cairan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Brazil. Sedianya, cairan bantuan ini sudah diuji coba di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan.

"Kebetulan ada bantuan dari Brazil. Jadi satu cairan, ya. Jadi kalau misalnya semprotkan, itu akan mengendap, kemudian bisa mematikan," ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026).

Dudung mengatakan cairan bantuan ini telah diuji coba untuk menangani karhutla. "Mudah-mudahan ini kita akan terus berlanjut dan segeralah bisa dipadamkan," ucap Dudung 

Menurut dia, cairan ini akan dimanfaatkan untuk memadamkan karhutla baik melalui udara maupun manual oleh pemadam.

"Via udara, jadi nanti melalui heli tetap. Termasuk manual juga melalui anggota nanti yang akan nanti dilibatkan," tutur Dudung.

Sebelumnya, Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan terus berupaya melakukan pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan. Namun, ada berbagai tantangan yang dihadapi petugas di lapangan dalam upaya pemadaman.

"Pemadaman terus dilakukan. Apalagi juga Pak Menteri kan juga menugaskan kami untuk membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan juga melibatkan masyarakat itu di kegiatan-kegiatan pemadaman,” kata Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan Yudo Shekti Mutiko, Minggu (11/9/2026).

Yudo mengatakan salah satu tantangan utama dalam pemadaman Karhutla adalah aksesibilitas. Tidak semua lokasi kebakaran mudah dijangkau, namun petugas tetap berupaya mencapai lokasi, termasuk melalui jalur air.

Sementara itu, pemadaman udara juga tidak selalu dapat menjadi pilihan ketika kondisi tidak memungkinkan.

“Tantangan yang utama itu aksesibilitasnya luar biasa. Tidak semua bisa kita jangkau. Tapi biarpun sulit-sulitnya dijangkau, kita tetap berupaya. Mau lewat air kita kerjain juga,” ujarnya.

Selain akses, kata dia, keterbatasan sumber air akibat musim kemarau juga menjadi tantangan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Manggala Agni sejak awal mengembangkan sumur bor sebagai salah satu solusi pemadaman di lokasi yang sulit mendapatkan sumber air.

Upaya serupa juga mulai dilakukan pemerintah daerah, BPBD, Dinas Kehutanan, Polri dan TNI.

Yudo memastikan berbagai kendala tersebut tidak menghentikan upaya pemadaman. Petugas tetap bekerja, termasuk pada malam hari, untuk menangani Karhutla di lapangan. 

“Kesulitan ada, tapi bukan berarti kita nggak berupaya ya, kita tetap lakukan terus. Terus teman-teman juga kayak jangankan siang, malam juga dikerjakan,” ujarnya. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement