sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kapten Kapal Tanker Dapat Gaji Rp1,79 Miliar per Bulan Jika Berani Lewat Selat Hormuz

News editor Wahyu Dwi Anggoro
11/10/2026 16:00 WIB
Kapten kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz menerima kompensasi bulanan sebesar USD100.000 (Rp1,79 miliar).
Kapten Kapal Tanker Dapat Gaji Rp1,79 Miliar per Bulan Jika Berani Lewat Selat Hormuz. (Foto: Tasnim News)
Kapten Kapal Tanker Dapat Gaji Rp1,79 Miliar per Bulan Jika Berani Lewat Selat Hormuz. (Foto: Tasnim News)

IDXChannel - Kapten kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz menerima kompensasi bulanan sebesar USD100.000 (Rp1,79 miliar).

Dilansir dari The Financial Times pada Minggu (11/10/2026), mereka juga mendapat bonus USD50.000 (Rp895 juta) untuk setiap pelayaran.

Pendapatan mereka naik tajam seiring meningkatnya ancaman Iran terhadap kapal di Selat Hormuz, yang dipicu perang yang dimulai Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Februari.

Menurut sejumlah sumber, para pemilik kapal menawarkan bayaran besar guna meyakinkan para pelaut agar tetap berlayar. Negara-negara Teluk berupaya menjaga aliran minyak mentah melalui jalur maritim tersebut.

Kapten kapal biasanya hanya menerima gaji bulanan sekitar USD15.000 per bulan, sementara anak buah kapal hanya menerima USD1.500 per bulan.

"Di kalangan pelaut, mereka yang melakukan perjalanan tersebut hampir dipandang sebagai tentara bayaran," kata sebuah sumber, yang mencerminkan bahaya berlayar melalui selat tersebut.

Setidaknya 14 serangan terjadi sejak 20 September, menurut perusahaan keamanan maritim Vanguard.

Tarif pengiriman barang melalui selat tersebut mencapai rekor USD1,3 juta per hari minggu ini, dibandingkan dengan sekitar USD20.000 hingga USD50.000 per hari tahun lalu. 

Berlayar ke Teluk, memuat, dan kembali biasanya memakan waktu sekitar empat hari. Hanya segelintir kapal yang bersedia melakukan perjalanan tersebut.

Kapal tanker super biasanya membawa sekitar 2 juta barel minyak dan berlayar dengan awak hingga 35 pelaut.

Sebagian besar kapal berlayar melalui Hormuz pada malam hari dengan peralatan sinyal GPS dimatikan. Angkatan Laut AS telah mengerahkan kemampuan udara defensif untuk melindungi kapal-kapal yang berlayar melalui selat tersebut melalui rute yang dekat dengan pantai Oman. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement