sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

KSAD Maruli Targetkan 5.000 Jembatan Rampung Tahun Ini

News editor Yuwantoro Winduajie
09/10/2026 15:56 WIB
KSAD Maruli menargetkan pembangunan 5.000 jembatan rampung pada 2026.
KSAD Maruli Targetkan 5.000 Jembatan Rampung Tahun Ini (FOTO:iNews Media Group)
KSAD Maruli Targetkan 5.000 Jembatan Rampung Tahun Ini (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menargetkan pembangunan 5.000 jembatan rampung pada 2026. 

Hingga Jumat (9/10/2026), Maruli menyebut sebanyak 2.828 jembatan telah selesai dibangun. Maruli menyampaikan hal tersebut saat memaparkan program TNI AD dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi dan perwakilan 37 media di Gedung A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta. 

Acara itu turut dihadiri Direktur Pemberitaan iNews Media Group Syafril Nasution dan Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono, serta para pejabat utama Mabesad.

“Sampai dengan saat ini kita sedang mengerjakan 4.477. Baru minggu depan kita akan tambah lagi karena saya sudah berjanji pada Presiden untuk menyelesaikan 5.000 di tahun ini. Sudah selesai 2.828,” kata Maruli.

Dia menjelaskan, pembangunan jembatan menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Menurut Maruli, kebutuhan jembatan juga terlihat saat bencana melanda sejumlah daerah dan membuat akses masyarakat terputus.

Maruli mencontohkan pengalamannya ketika mengerahkan personel untuk membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Saat itu, sejumlah wilayah terisolasi sehingga pengiriman logistik kepada warga terkendala.

“Orang banyak jalan kaki karena masih hujan sehingga tidak bisa dilewati sungainya, berputar-putar untuk membawa logistik pada membantu masyarakat,” ujarnya.

Maruli mengatakan, kondisi tersebut mendorong TNI AD memprioritaskan pembangunan jembatan agar akses masyarakat dapat kembali terbuka. Dia menyebut pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi wilayah.

Dia juga menjelaskan, TNI AD mengerjakan pembangunan jembatan dengan skema swakelola. Menurut dia, cara tersebut memungkinkan biaya pembangunan lebih rendah dibandingkan perhitungan dalam rencana anggaran biaya (RAB).

“Yang hanya dikasih makan, dikasih apa, gitu. Ya itulah yang membuat harga yang kami ajukan itu bisa sepertiga bahkan seperempat dari harga RAB,” kata Maruli.

Maruli mengatakan, pembangunan jembatan akan terus dilanjutkan untuk menjangkau wilayah yang masih membutuhkan akses penghubung. Dia juga meminta media menyampaikan informasi mengenai daerah yang membutuhkan pembangunan jembatan agar dapat ditindaklanjuti.

“Kalau bapak-ibu yang ada kampungnya kurang air, bisa dilaporkan,” kata Maruli.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement