sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menlu Sebut Arah Diplomasi Indonesia Harus Terasa hingga di Meja Makan Rakyat

News editor Zakky Mubarok Santosa
13/10/2026 11:21 WIB
Arah diplomasi Indonesia harus bisa dirasakan sampai di meja makan rakyat, dengan memfokuskan program ketahanan nasional.
Menlu Sebut Arah Diplomasi Indonesia Harus Terasa hingga di Meja Makan Rakyat (FOTO:Dok Ist)
Menlu Sebut Arah Diplomasi Indonesia Harus Terasa hingga di Meja Makan Rakyat (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Menteri Luar Negeri (Menlu), Arrmanatha Nasir, menekankan bahwa arah diplomasi Indonesia harus bisa dirasakan sampai di meja makan rakyat, dengan memfokuskan program ketahanan nasional.

"Diplomasi akan terus kita arahkan untuk mendukung ketahanan nasional dengan memajukan agenda transformasi besar dan strategis Bapak Presiden Prabowo, dan prioritas pembangunan nasional," ujar Arrmanatha di kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

"​Inilah prioritas pertama dan utama Kemlu dan diplomasi kita untuk mendukung ketahanan nasional. ​Ukurannya sederhana: Diplomasi harus terasa sampai di meja makan rakyat," kata dia. 

Dia menyebut keberhasilan diplomasi Indonesia diukur dari manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ketahanan pangan, industri pertahanan, kedaulatan maritim, hingga hilirisasi. 

​"Artinya, diplomasi ikut bekerja untuk ketahanan pangan dan energi, digitalisasi dan transformasi digital, industri pertahanan, perdagangan dan investasi, kesehatan, serta kedaulatan maritim kita," katanya. 

Dia menjelaskan berbagai langkah diplomasi telah digencarkan oleh Kemlu dalam memajukan prioritas nasional dan agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

​Menurutnya, Indonesia telah menjalin kemitraan erat serta memperluas kerja sama dengan berbagai negara strategis di kawasan Asia, di antaranya Jepang, Korea Selatan, hingga Vietnam.

​"Kita akan tingkatkan dan intensifkan kerja sama bilateral untuk hasilnya tetap mendukung prioritas pembangunan. Contohnya sudah ada di depan mata kita: untuk mendukung swasembada dan ketahanan pangan, kita bekerja sama dengan Jepang dan Korea Selatan untuk meningkatkan produksi beras, dan mendorong kerja sama konkret dengan Vietnam di investasi peternakan sapi perah," tutur dia. 

Lebih lanjut, di sektor energi dan teknologi Indonesia juga terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra global. Diantaranya kolaborasi dengan China dalam bidang ekosistem kendaraan listrik, serta penggunaan pembayaran QRIS yang kini digunakan di berbagai negara.

​"Dengan Jepang, kita juga mengembangkan kerja sama pembangkit listrik tenaga torium dan panas bumi. Dengan RRT, kita membangun ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi.

​Dan hari ini, QRIS sudah bisa dipakai untuk transaksi lintas batas di Thailand, Malaysia, China, dan Jepang," ujar dia.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement