sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Selat Hormuz Makin Panas, 12 Kapal Kena Serang dalam Sepekan

News editor Wahyu Dwi Anggoro
14/10/2026 06:39 WIB
Setidaknya 12 kapal tanker diserang di sekitar Selat Hormuz dalam sepekan terakhir.
Selat Hormuz Makin Panas, 12 Kapal Kena Serang dalam Sepekan. (Foto: Tasnim News)
Selat Hormuz Makin Panas, 12 Kapal Kena Serang dalam Sepekan. (Foto: Tasnim News)

IDXChannel - Setidaknya 12 kapal tanker diserang di sekitar Selat Hormuz dalam sepekan terakhir.

Dilansir dari The National pada Rabu (14/10/2026), angka tersebut diungkapkan Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) yang mengawasi jalur strategis itu.

Iran meningkatkan kampanye militernya untuk menghentikan aliran minyak dan gas melalui Selat Hormuz, di tengah upaya Amerika Serikat (AS) untuk memulihkan pasokan energi dari Teluk.

Sebelumnya, UKMTO mencatat sembilan serangan pada periode 28 September-5 Oktober.

Pada Sabtu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan sebuah kapal tanker minyak mentah super menabrak ranjau laut dan mengalami kebakaran besar saat melintas tanpa izin dengan sistem navigasinya dimatikan.

Menurut UKMTO, enam kapal diserang dalam sehari pada Minggu, terdiri dari lima kapal tanker dan satu kapal kontainer. 

Pada Senin, IRGC mengatakan telah menyerang sebuah kapal tanker super yang mencoba melintasi selat dengan transpondernya dimatikan.

“Selat Hormuz ditutup dan angkatan bersenjata Republik Islam Iran memiliki kendali penuh atasnya,” kata Penasihat IRGC Mohammadreza Naqdi seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menolak klaim tersebut. Dia mengatakan bahwa aliran minyak melalui Selat Hormuz sebagian besar telah pulih berkat operasi pengawalan yang dilakukan militer negaranya.

“Selat Hormuz terbuka. Hampir sama banyaknya minyak yang mengalir keluar sekarang seperti sebelum konflik ini dimulai,” katanya. 

“Jadi mereka telah kehilangan kendali atas selat tersebut," ujar Rubio.

Teheran menutup Selat Hormuz setelah perang pecah pada Februari, yang dipicu serangan besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement