“Kami akan terus terhubung secara global dan terbuka terhadap talenta yang dapat melengkapi tenaga kerja lokal kami yang terampil, sambil mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing di mana ada ruang untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Dr Tan.
Dalam pengarahan pada 27 Februari 2026, juru bicara MOM menyampaikan bahwa tujuannya agar pemegang ONE Pass (AI dan Teknologi) dapat menghasilkan aktivitas baru yang tidak hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi dan peluang bisnis, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga Singapura.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa jumlah target visa ONE Pass (AI dan Teknologi) tidak ditentukan sebelumnya, dan mengingat ambang batas kelayakan yang tinggi, jumlah persetujuan diperkirakan tidak akan besar.
Negara-negara lain juga telah meluncurkan skema visa baru untuk talenta teknologi dalam setahun terakhir.
Penulis: Nasywa Salsabila
(Dhera Arizona)