IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih mempertimbangkan larangan ekspor solar guna meredam lonjakan harga domestik.
"Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Kami mungkin akan melakukannya," kata Trump kepada wartawan saat menghadiri turnamen golf di Chicago, dilansir dari Bloomberg pada Senin (28/9/2026).
Beberapa anggota Kongres, terutama yang berasal dari negara bagian penghasil komoditas pertanian, mendesak Trump untuk membatasi ekspor solar selama puncak musim panen pada musim gugur.
Solar digunakan untuk menggerakkan peralatan pertanian, kereta barang, dan truk.
Di sisi lain, sejumlah pakar migas memperingatkan bahwa larangan ekspor solar tidak akan efektif meredam harga domestik.
Sebagai gantinya, para CEO perusahaan minyak dan kelompok industri mendorong penangguhan pajak cukai solar federal, dengan mengatakan bahwa hal itu akan menurunkan harga tanpa efek negatif dari larangan ekspor.
Sejak pecahnya perang di Timur Tengah dan Ukraina yang memicu terhambatnya aliran minyak dari kedua kawasan tersebut, AS menjadi salah satu pengekspor solar terbesar.
Jika AS tiba-tiba menghentikan ekspor, pasar energi global dapat semakin bergejolak.
Harga ritel solar di AS mencapai rekor tertinggi minggu lalu, rata-rata sekitar USD6,50 per galon, menambah kecemasan pemilih tentang isu biaya hidup sebelum pemilu paruh waktu pada November.
(Wahyu Dwi Anggoro)