IDXChannel - Pemerintah Venezuela mendeklarasikan keadaan darurat setelah negara itu diguncang dua gempa besar secara beruntun.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan pidato untuk menenangkan masyarakat.
“Kami meminta warga untuk tetap tenang. Kami mendorong persatuan dijaga,” katanya, dilansir dari BBC pada Kamis (25/6/2026).
Dalam pidatonya, ia menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan orang yang dicintai dalam bencana tersebut, tanpa menyebutkan jumlah korban jiwa.
Rodriguez memimpin negara itu secara sementara setelah pendahulunya, Nicolas Maduro, ditangkap oleh Amerika Serkat (AS) pada Januari.
Badan Survei Geologi AS (USGS) mengatakan bahwa gempa pertama terjadi pada Rabu malam waktu setempat dengan kekuatan magnitudo 7,1. Pusatnya berada dekat wilayah Moron, sekitar 168 kilometer sebelah barat ibu kota Caracas. Gempa tersebut memiliki kedalaman 13 kilometer.
Gempa yang lebih besar lagi, dengan magnitudo 7,5, mengguncang satu menit kemudian. Gempa kedua memiliki kedalaman 10 kilometer dan pusatnya juga berada dekat Moron.
USGS memperkirakan bencana ini menimbulkan kerusakan yang luas dan jumlah korban jiwa yang tinggi.
Ada kemungkinan 44 persen korban meninggal mencapai lebih dari 10.000 orang, dan kemungkinan 30 persen jumlah kematian mencapai lebih dari 100.000 jiwa, menurut badan tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)