IDXChannel—Simak 5 saham kawasan industri di Bursa Efek Indonesia. Emiten kawasan industri umumnya bergerak di bidang properti dan real estat, serta menjalankan bisnis di bidang pengelolaan kawasan atau perkotaan.
Dari puluhan saham properti dan real estat di bursa, sebagian di antaranya mengembangkan dan mengelola kawasan industri di sejumlah daerah sebagai kegiatan usaha utama atau sampingan.
Berikut ini adalah sejumlah saham kawasan industri di Bursa Efek Indonesia yang dapat dicermati investor.
KIJA adalah perusahaan yang mengembangkan dan mengelola kota mandiri berbasis industri di Cikarang, berdiri pada 1989 dan merupakan perusahaan kawasan industri pertama yang mencatatkan sahamnya di bursa.
KIJA mengembangkan lahan seluas 5.600 hektare di Cikarang menjadi Kota Jababeka yang saat ini telah diisi 1.650 perusahaan nasional dan multinasional dari 30 negara. Misalnya Mattel, Unilever, Samsung, United Tractors, ICI Paints, dan sebagainya.
Selain Kota Jababeka, KIJA juga mengembangkan kota terpadu industri di Kendal (Jawa Tengah), Tanjung Lesung (Banten), dan Morotai (Maluku). Tanjung Lesung dan Morotai akan dikembangkan sebagai kawasan industri pariwisata.
DMAS adalah bagian dari konglomerasi Sinar Mas. Perusahaan ini mengembangkan dan mengelola kota mandiri terintegrasi kawasan industri (Greenland International Industrial Center) bernama Kota Deltamas yang terletak di Cikarang Pusat.
Kota Deltamas dibangun di atas lahan sekitar 3.200 hektare. Saat ini Deltamas menaungi 135 perusahaan, 14 data center, memiliki satu pusat perbelanjaan, dan dilengkapi dengan 19 cluster perumahan.
Surya Semesta Internusa adalah perusahaan properti dan real estat yang mengembangkan Subang Smartpolitan dan Suryacipta City of Industry melalui anak usahanya. Suryacipta dikembangkan di atas lahan seluas 1.400 hektare di Karawang.
Sementara Subang Smartpolitan merupakan kota mandiri terintegrasi seluas 2.700 hektarelebih yang memiliki lahan industri, komersial, perumahan, pusat pendidikan, dan sebagainya.
Barito Pacific adalah konglomerasi milik Prajogo Pangestu, melalui Griya Idola perusahaan ini mengembangkan dan mengelola Patimban Industrial Estate seluas 1.200 hektare dan Griya Idola Industrial Park seluas 110 hektare.
Griya Idola Industrial Park berlokasi di Cikupa, Tangerang. Kawasan ini memiliki kavling industri, gudang multifungsi, area komersial untuk usaha retail, restoran, perbankan, hingga perhotelan.
Lippo Cikarang adalah perusahaan properti dan real estat yang mengembangkan Kawasan Lippo Cikarang dan Delta Silicon. Berlokasi di sebelah timur Jakarta dan menaungi 1.200 pabrik. Kawasan ini juga memiliki cluster hunian, dan area komersial.
Kawasan Lippo Cikarang sendiri memiliki luasan 3.000 hektare lebih dan kini telah menjadi kota mandiri dengan kawasan industri.
Itulah 5 saham kawasan industri yang dapat dicermati investor.
(Nadya Kurnia)