sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement
7 Saham Emiten Indonesia Terdepak dari MSCI, Ini Kata Bos BEI
7 Saham Emiten Indonesia Terdepak dari MSCI, Ini Kata Bos BEI
7 Saham Emiten Indonesia Terdepak dari MSCI, Ini Kata Bos BEI
7 Saham Emiten Indonesia Terdepak dari MSCI, Ini Kata Bos BEI
Market news editorFahmi Abidin
15/11/2018 17:45 WIB

IDXChannel – Tujuh saham Indonesia tersingkir dari MSCI Global Small Cap Index dan menambah tiga saham dalam daftar tersebut. Keputusan MSCI tersebut membuat para pelaku investasi bereaksi sehingga memengaruhi kinerja indeks.

Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djayadi, rebalancing MSCI merupakan hal yang biasa terjadi di pasar dan biasanya tak akan memengaruhi dalam jangka panjang. “Pengaruhnya saya kira sementara saja, tidak dalam jangka panjang, justru hal ini bisa digunakan untuk mulai melakukan akumulasi beli untuk saham-saham tertentu," ujarnya di Jakarta pada Kamis (15/11).

MSCI kembali meninjau konstituen beberapa indeks global pada November ini. Secara total. MSCI menambahkan 48 saham dan menghapus 66 saham dari indeks MSCI Global Standard Indexs.

Perubahan indeks ini akan berlaku pada penutupan 30 November 2018. Ada dua saham emiten Indonesia yang ditambahkan dalam indeks ini, yakni saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Sementara itu, dua saham harus turun dari barisan indeks ini, yakni saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Kedua saham ini bergeser ke MSCI Global Small Cap Index bersama dengan saham PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL).

Selain itu, tercatat ada tujuh saham Indonesia dihapus dari daftar MSCI Global Small Cap Index, pada pengumuman Selasa (13/11) malam, yakni PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT MNC Investama Tbk (BHIT), PT Modernland Realty Tbk (MDLN), PT Siloam International Hospitals (SILO) PT Visi Media Asia Tbk (VIVA). (*)

Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :