sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement
Adakah Saham yang Dulunya Perusahaan Negara Sekarang Swasta? Begini Penjelasannya
Adakah Saham yang Dulunya Perusahaan Negara Sekarang Swasta? Begini Penjelasannya
Adakah Saham yang Dulunya Perusahaan Negara Sekarang Swasta? Begini Penjelasannya
Adakah Saham yang Dulunya Perusahaan Negara Sekarang Swasta? Begini Penjelasannya
Market news editorRatih Ika Wijayanti
10/03/2025 11:05 WIB

IDXChannel Saham yang dulunya perusahaan negara sekarang swasta pada dasarnya terjadi karena adanya proses privatisasi

Menurut UU Nomor 19 Tahun 2003 perihal Badan Usaha Milik Negara, privatisasi diartikan sebagai bentuk penjualan saham milik perusahaan perseroan, termasuk BUMN, kepada pihak lain dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan, memperluas kepemilikan, hingga memperbesar manfaat bagi negara maupun masyarakat.

Privatisasi ini bisa dilakukan dengan sejumlah cara, seperti penawaran umum (go public), secondary public offering, penawaran saham kepada mitra strategis, penjualan saham langsung kepada investor, maupun penjualan langsung kepada manajemen. 

Lantas, apa saja saham yang dulunya perusahaan negara sekarang swasta akibat langkah privatisasi ini? IDXChannel menyajikan daftarnya sebagai berikut. 

Dilansir dari laman BEI, beberapa perusahaan negara yang sudah diprivatisasi dan menjual sahamnya di pasar modal adalah sebagai berikut. 

Sementara itu, dilansir dari laman DJKN Kemenkeu, pada 2012 Pemerintah juga memprivatisasi lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Inti Persero, PT Sandang Nusantara Persero, PT Industri Gelas Persero, PT Semen Baturaja Persero, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk.

Adapun BUMN yang juga pernah diprivatisasi dengan cara penjualan langsung kepada pihak swasta antara lain Jakarta International Container Terminal (JICT) dijual kepada Hutchison Port Holdings (HPH), anak usaha Hutchison Whampoa Limited (HWL) milik orang terkaya Hong Kong, Li Ka-shing. Kemudian, ada PT Indosat Tbk (ISAT) yang dijual ke Singapore Telecom (SingTel) pada 2002 silam, dan kini mayoritas sahamnya sudah dipegang Ooredoo Group dari Qatar.

Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :