sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement
Buy, Sell, dan Hold, Kapan Harus Menggunakannya?
Buy, Sell, dan Hold, Kapan Harus Menggunakannya?
Buy, Sell, dan Hold, Kapan Harus Menggunakannya?
Buy, Sell, dan Hold, Kapan Harus Menggunakannya?
Yuk nabung saham editorFahmi Abidin
16/10/2018 16:00 WIB

IDXCHANNEL- Beli, jual dan tahan (buy, sell and hold) merupakan tiga kata dan sekaligus menjadi tiga aktivitas yang kerap kita dengar dalam investasi dan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia. Teriakan buy akan segera berkumandang bila harga jual saham yang ingin dibeli sudah sesuai dengan harga yang dinginkannya.

Sedangkan, kata sell segera berkumandang bila harga saham yang akan dijual sudah sesuai dengan harga jual yang diinginkan. Lalu kapan kata hold (tahan) diucapkan?

Aktivitas hold sebagaimana namanya secara harfiah dapat dikatakan tahan. Artinya dalam kondisi apapun harga saham investor berusaha untuk "menahan" atau menyimpan saham itu. Kongkritnya ketika harga saham turun dengan kecepatan yang cukup drastis, investor harus segara mengatakan hold atas saham itu. Sebab penurunan yang tajam, dalam tempo yang cepat perlu dicarikan konfirmasinya agar investor tak merugi. 

Begitu pula sebaliknya ketika trend naik atas saham itu terjadi, investor jangan tergesa-gesa melakukan penjualan atas sahamnya itu. Sebab siapa tahu, sehabis menjual harga saham itu terus mengalami kenaikan. Karena itu dalam berinvestasi investor selalu disarankan untuk memahami terlebih dulu tentang tata cara investasi saham, kemudian tahu risiko.

Ibaratnya, investor harus paham benar bunyi iklan Bursa Efek Indonesia di media visual yang mengatakan: tahu caranya, tahu risikonya; pasti tahu keuntungannya. Untuk itu investor perlu paham benar tentang saham, jenis saham, serta sifat investasi saham.

Saham adalah bukti kepemilikan, membeli saham berarti menyetorkan sejumlah dana kepada perusahaan itu. Dan selanjutnya perkembangan harga saham akan berkembang sesuai dengan perkembangan perusahaan. Sedangkan risiko, yang harus dipahami adalah risiko pasar, risiko ekonomi, dan risiko yang sama sekali tidak terkait dengan ekonomi. Ekonomi membaik akan sangat mungkin harga saham akan naik. Tapi ekonomi baik tetapi kondisi politik kurang baik bisa menyebabkan harga pasar saham menjadi turun. 

Beberapa hal yang perlu diingat oleh investor terkait dengan beberapa buy, sell and hold:

Jadi aktivitas tiga kata buy, sell and hold harus diselaraskan dengan keuntungan yang hendak diperoleh seorang investor, toleransi atas risiko yang mampu ditahan, serta seberapa panjang investor itu merencanakan investasinya (time horizon). Ketika trend saham turun maka investor harus segera menentukan daya tahannya atas risiko penurunan harga saham itu. Selama batas toleransi atas risiko belum terlewati maka selama itu pula investor melakukan hold atas saham. Karena itu, jangan heran kalau sikap hold investor ini sering padukan dengan strategi buy (beli).

Aktivitas buy and hold dalam strategi saham sering dilakukan secara bersamaan. Strategi ini buy and hold ini cocok diterapkan secara bersamaan ketika harga saham sudah dianggap sangat murah. Begitu saham jatuh maka investor akan membeli sebanyak-banyaknya lalu melakukan hold untuk waktu yang sudah ditetapkan sehingga hasil investasi menjadi sangat maksimal begitu pasar kembali naik. Untuk bisa menerapkan strategi buy and hold secara tepat, harus benar-benar dipastikan bahwa saham yang dibeli itu akan mengalami kenaikan harga. Intinya investor yang akan menerapkan strategi ini adalah investor yang yakin bahwa saham perusahaan yang dibelinya akan terus berkembang.

Berkembanganya perusahaan itu dengan sendirinya akan naik pula harga saham yang di buy kemudian hold. Pastikan bahwa harga saham yang diincarnya berada pada titik terendah, atau pada saat pasar tengah bearish (pasar dan harga saham tengah jatuh). Kapan itu? Ya kira-kira seperti kondisi pasar pada hari-hari terakhir ini. (tim bei)

Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :