IDXChannel - Perry Warjiyo kembali menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode kedua setelah melalui berbagai tahapan fit and proper test di Komisi XI DPR.
Selama prosesi tersebut, Perry bercerita tentang latar belakang hidupnya dari seorang anak kabayan hingga mampu menjadi bos bank sentral dua periode.
Perry adalah anak keenam dari sembilan bersaudara. Ia terlahir pada 25 Februari 1959 di Sukoharjo. Ayahnya dulu adalah seorang petani tembakau yang cukup sukses, namun jatuh bangkrut saat ia hampir lulus sekolah dasar.
Ayahnya lantas hanya bertani sawah saja setelahnya, sembari menjadi pamong desa yang kala itu sempat menjadi bayan dan mengurus dua desa. Ayahnya menyadari bahwa anak-anaknya tak mungkin sukses jika hanya menjadi petani.
Maka dari itu, kedua orangtuanya bertekad untuk tetap menyekolahkannya, bagaimana pun caranya. Menurut orang tuanya, hanya ilmu yang dapat diturunkan oleh keduanya, sebab tanah garapan tak bakal makin bertambah.
Saat ia masuk ke jenjang perkuliahan. Kedua orangtuanya tak memiliki dana cukup untuk membiayainya. Sang ibu harus meminjam uang Rp35.000 untuk mengongkosi perjalanannya dari Solo ke Yogyakarta, juga untuk membayar uang pendaftaran.
Perry mengaku sebenarnya ia ingin mendaftar ke fakultas kedokteran, namun karena keterbatasan dana, ia akhirnya memilih jurusan ekonomi. Saat menjalani perkuliahan pun ia masih terkendala dana.
Sehingga Perry harus bekerja untuk menutupi kekurangan biaya kuliahnya. Bahkan, ia pun pernah menjadi kenek untuk mencukupi biaya kuliah. Perry berhasil lulus dari Universitas Gadjah Mada pada 1982 dan lolos masuk seleksi karyawan Bank Indonesia.
Dari situ, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang master , dengan biaya sekolah dari Bank Indonesia, ke Iowa State University, Amerika Serikat. Ia juga menempuh pendidikan PhD setelah lulus master di universitas yang sama, masih disekolahkan oleh bank sentral.
"Selalu ingatkan saya, siapa sih Perry? Itu selalu tiap malam saya bertanya, siapa sih Perry? Kok bisa? Semuanya menjadi ingatan saya selalu dari pengalaman hidup dan saya ini nomor 6 dari 9 bersaudara. Ayah saya petani, kabayan desa, selama hidup mengabdi, ibu saya lulus SD saja tidak, kok bisa gitu lho," ungkap Perry di hadapan Komisi XI DPR, Senin (20/3/2023).
Dengan perjalanan hidup yang tidak mudah tersebut, Perry mengaku selalu mengingat nasihat dari ayahnya agar terus menambah ilmu dibandingkan mencari harta.
"Saya ingat nasihat ayah saya, nak saya tidak mewarisi kamu harta, karena akan habis, jadi ilmu nak. Nasihat saya ingat terus, 'nak cari lah ilmu setinggi langit hidupmu bercahaya, dekatlah dengan rakyat hidupmu akan bahagia.' Itu yang tuntun saya menapaki hidup ini," cerita Perry.
Perlu diketahui, Perry telah melakukan 5 kali fit and proper test di Komisi XI DPR. Dari percobaan sebanyak itu, dua kali fit and proper test yang dia jalani gagal. Kegagalan itu terjadi pada saat fit and proper test sebagai deputi gubernur BI.
"Makanya saya 5 kali fit and proper, dua kali gagal deputi gubernur, ya terus maju aja lah yang ketiga. Terus aja maju konsisten aja lillahitaala karena hanya tuhan itu saja," ungkapnya.
Kemudian setelah percobaan fit and proper test yang ketiga, baru lah dia disetujui sebagai Deputi Gubernur BI. Setelah sukses sebagai Deputi Gubernur BI, dia diamanatkan menjadi Gubernur BI selama dua kali.
"Akhirnya Allah kasih keberkahan menjadi Deputi Gubernur, mau pensiun kemudian ditunjuk presiden dicalonkan. Setelah 5 tahun dihadapkan krisis ditunjuk lagi. Kok bisa gitu lho," ujar Perry.
(DES)