IDXChannel - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bersama PT Danantara Investment Management (DIM) menginvestasikan USD450 juta atau sekitar Rp8,1 triliun pada saham preferen perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat, HighPeak Energy Inc (Nasdaq: HPK).
Dari total investasi tersebut, ENRG akan menanamkan USD200 juta atau sekitar Rp3,6 triliun, sedangkan DIM sebesar USD250 juta atau sekitar Rp4,5 triliun.
Menurut Stockbit, investasi ini memberikan diversifikasi bagi ENRG dari sisi geografis dan sumber pendapatan melalui dividen, serta memperkuat kemitraan strategis dengan Danantara.
Namun, daya tarik investasi tersebut akan bergantung pada sumber pendanaan dan biaya modal (cost of capital), serta prospek kinerja dan harga saham HighPeak Energy ke depan.
“Dari sisi finansial, kami menilai daya tarik transaksi ini bergantung pada sumber pendanaan dan biaya modal (cost of capital), serta prospek kinerja dan harga saham HighPeak Energy ke depan,” tulis Stockbit dalam risetnya, Rabu (7/10/2026).
Stockbit menjelaskan, prospek harga saham HighPeak menjadi penting karena saham preferen yang dibeli ENRG memberikan dividen tunai kumulatif sebesar 6 persen per tahun, yang dibayarkan secara kuartalan.
Tingkat dividen ini relatif setara dengan biaya pendanaan sehingga potensi imbal hasil investasi ENRG secara praktis akan lebih bergantung pada kenaikan harga saham HighPeak Energy.
Dalam transaksi tersebut, ENRG dan DIM memiliki hak untuk mengonversi saham preferen menjadi saham biasa HighPeak Energy kapan saja dengan harga konversi USD9,5 per saham.
Setelah tahun ketiga, HighPeak Energy juga memiliki hak untuk menebus saham preferen tersebut dengan tingkat internal rate of return (IRR) sebesar 10 persen bagi ENRG dan DIM.
Di sisi lain, sumber pendanaan investasi ENRG senilai USD200 juta juga menjadi faktor yang perlu dicermati investor.
ENRG saat ini tengah menjalankan rights issue dengan potensi dana yang dihimpun sekitar Rp4,1 triliun. Dana tersebut telah dialokasikan untuk kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan pemeliharaan fasilitas produksi dari aset yang telah dimiliki perseroan.
Karena itu, investor perlu mencermati apakah investasi ENRG di HighPeak akan didanai dari kas internal atau utang baru, termasuk implikasinya terhadap biaya modal perseroan.
HighPeak Energy merupakan perusahaan minyak dan gas yang berfokus pada pengembangan dan eksplorasi di Midland Basin, West Texas.
Pada semester I-2026, HighPeak mencatat rata-rata volume penjualan sekitar 45.456 barel setara minyak per hari (BOEPD) dan laba usaha USD116 juta atau sekitar Rp2,1 triliun, turun 13 persen secara tahunan.
Selain investasi dari ENRG dan DIM, HighPeak memperoleh komitmen fasilitas kredit berbasis cadangan (reserve-based lending) sebesar USD800 juta dari Citibank dan Fifth Third Bank.
Dana dari investasi ENRG dan DIM serta fasilitas kredit tersebut akan digunakan HighPeak untuk melunasi seluruh utang term loan yang ada senilai sekitar USD1,2 miliar.
Investasi bersama ENRG dan DIM di HighPeak muncul sekitar satu bulan setelah PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengumumkan indicative non-binding term sheet dengan DIM terkait penjajakan pendanaan hingga Rp2 triliun.
Pendanaan tersebut ditujukan untuk pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik serta kebutuhan lainnya yang akan disepakati dalam dokumen definitif.
(DESI ANGRIANI)