IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyambut positif langkah Bank Indonesia (BI) yang melonggarkan ruang likuiditas perbankan melalui penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap mulai November 2026.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, tambahan ruang likuiditas hasil penyesuaian GWM tersebut akan dimanfaatkan untuk mendorong ekspansi pembiayaan yang terukur dan prudent.
"BNI terus mengoptimalkan fungsi intermediasi agar pembiayaan perbankan dapat mendukung kegiatan usaha dan investasi, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja. Upaya ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas kredit dan ketahanan perusahaan," ujar Okki dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).
Seperti diketahui, BI memutuskan untuk memangkas GWM bank umum konvensional dari 9 persen menjadi 8 persen per 1 November 2026, dan kembali diturunkan menjadi 7 persen pada 1 Desember 2026. Sementara untuk bank umum syariah dan unit usaha syariah, GWM dipangkas dari 7,5 persen menjadi 6,5 persen pada November 2026 dan 5,5 persen pada Desember 2026.
Okki menambahkan, pelonggaran likuiditas oleh BI menjadi stimulus penting bagi perbankan nasional dalam memperluas jangkauan pembiayaan, dengan tetap memprioritaskan manajemen risiko yang ketat.
Sebagai bank BUMN di bawah ekosistem Danantara Indonesia, BNI memfokuskan alokasi pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang memiliki prospek bisnis sehat serta mampu menyerap tenaga kerja. Langkah ini sejalan dengan agenda transformasi BUMN dalam memperkuat kontribusi sektor riil terhadap perekonomian nasional.
Untuk menopang fungsi intermediasi tersebut, BNI juga memperkuat ekosistem digitalnya melalui platform wondr by BNI untuk segmen ritel dan BNIdirect untuk pengelolaan transaksi korporasi.
Okki menegaskan bahwa perseroan akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, regulator, serta bank-bank anggota HIMBARA untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, ketahanan likuiditas, dan kualitas aset.
"Melalui penyaluran kredit yang berkualitas dan sinergi dengan pemerintah, regulator, serta anggota HIMBARA, BNI akan terus mendukung pembiayaan sektor produktif dan agenda pembangunan nasional," kata Okki.
(Rahmat Fiansyah)