sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement
Harga Emas Dekati Level Terendah 2 Pekan, Saham ARCI-HRTA Cs Tergelincir
Harga Emas Dekati Level Terendah 2 Pekan, Saham ARCI-HRTA Cs Tergelincir
Harga Emas Dekati Level Terendah 2 Pekan, Saham ARCI-HRTA Cs Tergelincir
Harga Emas Dekati Level Terendah 2 Pekan, Saham ARCI-HRTA Cs Tergelincir
Market news editorTIM RISET IDX CHANNEL
31/08/2026 09:42 WIB

IDXChannel – Harga emas dunia melanjutkan pelemahan pada perdagangan Asia, Senin (31/8/2026), dan mendekati level terendah dalam dua pekan menyusul meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS).

Emas spot tercatat turun 0,6 persen menjadi USD4.426,48 per troy ons.

Pelemahan harga emas turut menekan sejumlah saham emiten berbasis emas dan pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data BEI hingga pukul 09.32 WIB, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melemah 4,68 persen ke Rp1.325 per unit. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tergelincir 4,07 persen ke Rp590 per unit, sementara PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 4,29 persen.

Tekanan juga dialami saham-saham lainnya. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 3,33 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 2,96 persen, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 2,95 persen.

Selanjutnya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turun 2,42 persen, sedangkan PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) melemah 0,95 persen.

Analis XS.com, Rania Gule, menilai, dikutip Dow Jones Newswires, Senin (31/8), penurunan harga emas hingga kembali berada di bawah level USD4.600 per troy ons kemungkinan merupakan koreksi alami akibat aksi ambil untung setelah reli yang kuat sebelumnya.

Meski demikian, dia menilai fundamental emas masih mendapat dukungan. Namun, pasar kini semakin sensitif terhadap ekspektasi arah kebijakan moneter AS.

“Inflasi yang masih tinggi, ditambah ketidakpastian mengenai pertumbuhan ekonomi, kondisi fiskal, dan pasar obligasi, membuat tugas Federal Reserve semakin rumit,” kata Gule.

Sikap hawkish bank sentral AS berpotensi mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.

Kondisi tersebut umumnya menjadi tekanan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :