sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement
Harga Emas Rebound Hampir 2 Persen dari Level Terendah Setahun
Harga Emas Rebound Hampir 2 Persen dari Level Terendah Setahun
Harga Emas Rebound Hampir 2 Persen dari Level Terendah Setahun
Harga Emas Rebound Hampir 2 Persen dari Level Terendah Setahun
Market news editorTIM RISET IDX CHANNEL
03/11/2026 06:49 WIB

IDXChannel – Harga emas dunia naik hampir 2 persen pada perdagangan Senin (2/11/2026), berbalik menguat setelah menyentuh level terendah dalam setahun pada sesi sebelumnya.

Penguatan emas ditopang oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi, sementara investor menanti pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang berlangsung pekan ini.

Harga emas spot naik 1,83 persen menjadi USD3.946,74 per troy ons. Pada perdagangan Jumat (30/10) pekan lalu, emas jatuh 3,6 persen sekaligus menyentuh level terendah sejak Oktober 2025.

Harga minyak turun sekitar 8 persen pada Senin setelah Iran dan Qatar menggelar pembicaraan untuk hari ketiga berturut-turut yang bertujuan mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan bagi pasar karena meredakan kekhawatiran terhadap inflasi.

"Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan, terutama dalam mengurangi kekhawatiran inflasi. Namun, pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember, meski peluang tersebut sedikit menurun dalam beberapa sesi perdagangan terakhir," kata Grant, seperti dikutip Reuters.

Dia menambahkan, pergerakan dolar AS juga memberikan sedikit dorongan bagi harga emas.

Pelaku pasar kini melihat peluang 77 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Desember, turun dari 80 persen sepekan sebelumnya, berdasarkan CME Group FedWatch Tool.

Aksi jual saham teknologi dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI) yang terjadi pada Jumat turut menyebar ke berbagai pasar.

Menurut sejumlah analis, tekanan tersebut memicu margin call yang kemudian mendorong aksi jual terhadap aset safe haven seperti emas.

Secara teknikal, Relative Strength Index (RSI) emas dalam periode 14 hari naik ke sekitar 37 pada Senin dari posisi di bawah 30 pada Jumat. Kondisi tersebut menunjukkan emas mulai keluar dari wilayah jenuh jual atau oversold.

Perhatian pasar kini beralih ke pemilu sela AS pada 3 November untuk menilai dampaknya terhadap kebijakan fiskal, geopolitik, serta sentimen pasar secara lebih luas.

Analis Julius Baer Carsten Menke menilai hasil pemilu kemungkinan tidak mengubah kondisi fiskal AS secara signifikan hingga memengaruhi prospek emas.

"Latar belakang fiskal AS kemungkinan tidak berubah cukup signifikan untuk membuat perbedaan bagi emas. Defisit diperkirakan tetap ada terlepas dari hasil pemilu sela, sehingga utang dan beban bunga AS tetap menjadi faktor pendukung emas dalam jangka panjang," kata Menke. (Aldo Fernando)

Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :