IDXChannel - Harga emas dunia turun pada Kamis (18/6/2026), tertekan oleh sinyal kebijakan moneter hawkish dari Federal Reserve (The Fed) serta penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Namun, kesepakatan gencatan senjata AS-Iran yang meredakan kekhawatiran inflasi dan mendorong harga minyak turun membantu menahan pelemahan harga emas.
Harga emas spot turun 1,14 persen menjadi USD4.208,99 per troy ons. Harga emas sempat menyentuh level terendah sejak November 2025 pada pekan lalu.
“Hal paling signifikan adalah perubahan sikap The Fed yang lebih hawkish kemarin. Hal itu mendorong dolar mencapai level tertinggi baru sepanjang tahun ini, sehingga menekan harga emas,” kata Wakil Presiden sekaligus Strategis Senior Logam di Zaner Metals, Peter Grant, dikutip Reuters.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada Rabu, tetapi sembilan dari 19 pejabat bank sentral AS melihat perlunya kenaikan suku bunga pada tahun ini.
Indeks dolar AS menguat setelah pernyataan kebijakan The Fed dan menyentuh level tertinggi dalam satu tahun pada Kamis.
Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember mencapai 85 persen, menurut CME FedWatch Tool.
Angka tersebut meningkat dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 61 persen sebelum pernyataan kebijakan The Fed.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas biasanya tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi.
Harga emas juga berada di bawah tekanan sejak awal konflik di Timur Tengah, setelah kenaikan biaya bahan bakar meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.
AS dan Iran merilis teks kesepakatan sementara yang ditandatangani oleh kedua presiden untuk mengakhiri perang pada Rabu.
Namun, Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali melancarkan serangan dan membunuh pejabat Iran jika negara tersebut tidak memenuhi komitmennya.
Untuk logam lainnya, harga perak spot turun 3 persen menjadi USD65,96 per ons. Platinum melemah 1,9 persen menjadi USD1.703,94 per ons, sedangkan paladium turun 2,2 persen menjadi USD1.285,96 per ons. (Aldo Fernando)