sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement
Inilah Rumus Return on Asset dalam Investasi Saham
Inilah Rumus Return on Asset dalam Investasi Saham
Inilah Rumus Return on Asset dalam Investasi Saham
Inilah Rumus Return on Asset dalam Investasi Saham
Market news editorMohammad Yan Yusuf
17/05/2024 20:00 WIB

IDXChannel - Rumus Return on Assets perlu diketahui saat melakukan investasi saham.

Para investor yang telah berpengalaman dalam investasi saham tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah Return on Assets (ROA). ROA merupakan indikator penting yang sering kali menjadi perhatian utama saat membaca laporan keuangan sebuah perusahaan.

Lantas bagaimana perhitungan rumus Return on Assets? Simak penjelasan yang dihimpun IDX Channel dari berbagai informasi tepercaya. 

Secara umum, ROA adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk menilai kemampuan sebuah perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimilikinya. 

Dengan ROA, investor dapat mengevaluasi sejauh mana perusahaan tersebut mampu mengoptimalkan asetnya untuk memperoleh keuntungan, yang pada akhirnya dapat memprediksi kinerja perusahaan di masa mendatang.

Inilah Rumus Return on Asset dalam Investasi Saham. (FOTO: MNC MEDIA)

Selain sebagai alat pelacak kinerja perusahaan, ROA juga berfungsi untuk mengevaluasi efisiensi penggunaan modal, menilai profitabilitas produk, serta mengukur efisiensi aktivitas lain dalam perusahaan. 

ROA sering digunakan oleh manajemen tingkat atas untuk melakukan evaluasi unit bisnis, terutama di perusahaan multinasional.

Beberapa ahli ekonomi telah mengemukakan pandangannya mengenai ROA:

1. Eduardus Tandelilin - Menilai ROA sebagai alat untuk menilai kemampuan aset perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.

2. Horne & Wachowicz - Menyebut ROA sebagai alat untuk mengetahui efektivitas penggunaan aset dalam memperoleh keuntungan.

3. Kasmir - Menganggap ROA sebagai rasio yang berguna untuk menilai hasil dari sejumlah aktiva yang digunakan oleh perusahaan.

4. Bambang Riyanto - Mengemukakan bahwa ROA adalah kemampuan modal yang diinvestasikan dalam aktiva untuk menghasilkan keuntungan bersih.

5. Fahmi - Melihat ROA sebagai alat untuk mengetahui sejauh mana investasi dapat menghasilkan laba.

6. Sawir - Menyatakan bahwa ROA digunakan untuk menilai kemampuan manajemen dalam memperoleh laba dari aset yang dimiliki.

ROA terdiri dari beberapa komponen penting seperti pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian. Keuntungan merupakan kenaikan ekuitas perusahaan, sedangkan kerugian adalah penurunan ekuitas. 

Pendapatan adalah arus masuk aktiva, dan beban merupakan arus keluar aktiva dalam periode tertentu.

Dengan analisis ROA, manajemen dapat menilai efisiensi dalam penggunaan modal, produksi, dan penjualan.

Perusahaan dapat membandingkan efisiensi penggunaan modal dengan kompetitor.

ROA membantu mengukur profitabilitas produk yang dibuat perusahaan.

ROA dapat menilai efisiensi berbagai aktivitas divisi lain dalam perusahaan.

ROA digunakan sebagai dasar untuk perencanaan dan pengambilan keputusan perusahaan.

Kelebihan ROA meliputi kemampuannya dalam melakukan perbandingan rasio industri dan mengukur efisiensi penggunaan modal secara keseluruhan. Namun, ROA juga memiliki kekurangan seperti pengaruh metode depresiasi dan distorsi akibat inflasi.

Faktor utama yang mempengaruhi ROA adalah perputaran jumlah aktiva dan margin laba bersih. Selain itu, ada faktor lain seperti cash turnover, receivable turnover, dan inventory turnover yang berperan penting dalam analisis ROA.

Rumus dasar untuk menghitung ROA adalah:

ROA = (Laba Bersih Total Aset) × 100

ROA = (Total Aset Laba Bersih)×100

Laba bersih adalah laba setelah pajak, sedangkan total aset mencakup seluruh harta perusahaan. Hasil perhitungan ROA biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase (%).

Misalnya, perusahaan X memiliki total aset 500 juta dengan laba bersih 50 juta, sedangkan perusahaan Y memiliki total aset 300 juta dengan laba bersih 40 juta. Berdasarkan perhitungan ROA, perusahaan Y (13,33%) lebih efisien dan produktif dibandingkan perusahaan X (10%).

Terdapat beberapa batasan dalam perhitungan ROA seperti periode penilaian yang tertutup, depresiasi yang dipercepat, kisaran aset, analisis tren, manipulasi laba bersih, dan dampak utang terhadap hasil perhitungan.

ROA dan Return on Equity (ROE) adalah dua metrik penting dalam penilaian kinerja perusahaan. ROE mengukur laba bersih terhadap ekuitas, sementara ROA mengukur laba bersih terhadap total aset. Perusahaan dengan utang tinggi cenderung memiliki ROE yang lebih tinggi dibandingkan ROA.

Itulah rumus Return on Asset dalam saham. Semoga informasi ini berguna dan bermanfaat bagi Anda. (MYY)

Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :