sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement
Merger ADHI-PTPP Ditarget Rampung 2026, Begini Perkembangan Terbarunya
Merger ADHI-PTPP Ditarget Rampung 2026, Begini Perkembangan Terbarunya
Merger ADHI-PTPP Ditarget Rampung 2026, Begini Perkembangan Terbarunya
Merger ADHI-PTPP Ditarget Rampung 2026, Begini Perkembangan Terbarunya
Market news editorDesi Angriani
06/09/2026 10:33 WIB

IDXChannel - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) buka suara mengenai rencana penggabungan usaha dengan PT PP (Persero) Tbk (PTPP). 

Perseroan menegaskan, proses merger tersebut masih berada dalam tahap kajian dan pembahasan lebih lanjut.

Dalam klasifikasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ADHI menyatakan, belum menerbitkan informasi terkait rencana aksi korporasi tersebut lantaran masih menunggu arahan resmi dari pemegang saham.

"Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan belum menerbitkan informasi yang berkaitan dengan hal tersebut hingga arahan resmi telah terbit dari DAM dan BP BUMN," tulis ADHI dalam surat kepada Bursa, Rabu (3/9/2026).

ADHI menyebut, proses ini sejalan dengan arahan PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) selaku pemegang saham Seri B terbanyak dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) selaku pemegang saham Seri A Dwiwarna.

Dengan demikian, belum terdapat informasi final mengenai struktur maupun mekanisme penggabungan usaha antara ADHI dan PTPP.

PTPP sebelumnya menyampaikan, proses penggabungan usaha dengan ADHI ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026. Namun, target ini masih dapat mengalami penyesuaian. 

Adapun penyelesaian merger bergantung pada sejumlah tahapan, termasuk proses restrukturisasi, hasil kajian dan uji tuntas, serta pemenuhan persetujuan korporasi dan/atau regulator.

Sebagai informasi, pernyataan kedua emiten konstruksi pelat merah tersebut muncul setelah COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, pada awal pekan ini mengatakan pemerintah masih menargetkan penggabungan ADHI dan PTPP dapat terealisasi pada 2026.

Di tengah proses kajian merger, ADHI juga mencatat pertumbuhan signifikan pada perolehan kontrak baru. Perseroan melaporkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026.

Nilai tersebut melonjak 118,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan target perolehan kontrak baru 2026 yang berada di kisaran Rp20 triliun-Rp23 triliun, realisasi hingga Juli telah mencapai sekitar 36-41,5 persen dari target tahunan.

(DESI ANGRIANI)

Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :