sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement
Momentum Saham Lahan Industri DMAS-SSIA, Data Center hingga Pabrik BYD Jadi Katalis
Momentum Saham Lahan Industri DMAS-SSIA, Data Center hingga Pabrik BYD Jadi Katalis
Momentum Saham Lahan Industri DMAS-SSIA, Data Center hingga Pabrik BYD Jadi Katalis
Momentum Saham Lahan Industri DMAS-SSIA, Data Center hingga Pabrik BYD Jadi Katalis
Market news editorTIM RISET IDX CHANNEL
31/08/2026 10:37 WIB

IDXChannel – Saham emiten lahan industri PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) tengah menjadi perhatian investor seiring menguatnya sejumlah katalis dari sektor industri, termasuk ekspansi data center dan pabrik kendaraan listrik.

Menurut analis Maybank Sekuritas pada Senin (31/8/2026), kinerja DMAS menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang semester I-2026. Pendapatan perseroan mencapai sekitar Rp1,8 triliun, hampir tiga kali lipat dibandingkan pendapatan 2025 sebesar Rp613,4 miliar.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh penjualan dari sektor industri yang mencapai Rp1,7 triliun.

Sejumlah perusahaan yang melakukan pembelian dalam skala besar antara lain PT Digital Gayana Ekagrata, anak usaha PT Indointernet Tbk (EDGE), PT Princeton Digital Group, PT Indoedge Real Estate and Data Center, serta PT STT GDC Indonesia.

Maybank Sekuritas menilai sebagian besar penjualan sektor industri DMAS berkorelasi dengan industri data center.

Kondisi tersebut memperkuat narasi DMAS sebagai salah satu emiten yang berpotensi mendapat manfaat dari pertumbuhan kebutuhan infrastruktur data center di Indonesia.

Selain prospek data center, sentimen yang berpotensi menggerakkan saham DMAS adalah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 September 2026 serta ekspektasi dividend play, dengan potensi pembayaran dividen yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi valuasi, DMAS saat ini diperdagangkan dengan trailing price-to-earnings ratio (P/E) sekitar 6,2 kali.

Sementara itu, katalis lain datang dari SSIA seiring rencana peresmian pabrik produsen kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat.

Pabrik BYD tersebut dijadwalkan diresmikan pada 3 September 2026. Fasilitas yang berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare itu diperkirakan memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit mobil per tahun.

Kehadiran fasilitas produksi BYD menjadi salah satu sentimen positif bagi SSIA, mengingat perseroan merupakan salah satu pemilik dan pengembang lahan industri di kawasan Subang Smartpolitan.

SSIA juga dijadwalkan menggelar public expose pada 7 September 2026. Salah satu agenda yang akan menjadi perhatian investor adalah pemaparan mengenai prospek dan strategi usaha perseroan.

Menurut Maybank Sekuritas, ketersediaan lahan yang masih tersisa serta dukungan infrastruktur menjadi salah satu narasi yang berpotensi memperkuat momentum saham-saham lahan industri.

Namun, dari sisi valuasi, SSIA saat ini memiliki estimasi P/E FY26 sekitar 21 kali, lebih tinggi dibandingkan DMAS.

Di pasar saham, DMAS mencatatkan kenaikan signifikan dalam sebulan terakhir. Saham DMAS melonjak 43,66 persen dan diperdagangkan di level Rp204 per unit pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.25 WIB.

Sementara itu, saham SSIA juga menguat 17,70 persen dalam sebulan terakhir ke posisi Rp1.900 per unit. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :