sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement
OJK: Gelombang Instabilitas Politik Global Dorong Investor Pasar Keuangan Bersikap Hati-Hati
OJK: Gelombang Instabilitas Politik Global Dorong Investor Pasar Keuangan Bersikap Hati-Hati
OJK: Gelombang Instabilitas Politik Global Dorong Investor Pasar Keuangan Bersikap Hati-Hati
OJK: Gelombang Instabilitas Politik Global Dorong Investor Pasar Keuangan Bersikap Hati-Hati
Market news editorIqbal Dwi Purnama
05/11/2026 14:54 WIB

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri sektor jasa keuangan di dalam negeri relatif stabil di tengah berlanjutnya konflik geopolitik, tekanan inflasi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga global. Kondisi ini turut membawa dampak terhadap kenaikan harga energi yang diikuti oleh peningkatan inflasi.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai ketidakstabilan politik global yang menciptakan konflik geopolitik itu juga mendorong investor di pasar keuangan untuk bersikap hati-hati. Sebab, setiap negara akan mengambil kebijakan stabilitas ekonomi di dalam negeri.

"Gelombang instabilitas politik global turut meningkatkan ketidakpastian dan mendorong investor di pasar keuangan global untuk bersikap lebih berhati-hati," ujarnya dalam Konferensi Pers RDKB Bulan Oktober 2026, Kamis (5/11/2026).

Lebih lanjut, Friderica menerangkan, peningkatan inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga energi akan mendorong bank sentral di setiap untuk mempertahankan suku bunga tinggi. OJK memperkirakan suku bunga tinggi akan dipertahankan setidaknya hingga 2027 mendatang.

"Keterbatasan ruang fiskal semakin mempersempit kapasitas pemerintah di berbagai negara, khususnya di kawasan Eropa, dalam memberikan subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan," kata dia.

Sementara di dalam negeri, kata Friderica, permintaan masih menunjukkan pola konsumsi yang konservatif. Inflasi domestik mengalami peningkatan yang terutama didorong oleh kenaikan harga pangan. Namun, pertumbuhan uang beredar dan inflasi inti relatif masih stabil.

Di sisi lain, penjualan kendaraan bermotor mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik, terutama didorong oleh peningkatan penjualan mobil listrik. Aktivitas manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 juga mencapai level tertinggi sejak Maret 2020.

"Pertumbuhan ekonomi triwulan III-2026 masih terjaga positif di level 5,4 persen secara tahunan (year-on-year), dengan seluruh lapangan usaha juga tumbuh," ujar Friderica.

Lebih lanjut, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) terus mencermati perkembangan ketidakpastian global serta dinamika persepsi risiko investor terhadap pasar keuangan domestik.

Hal tersebut termasuk dampak pengumuman MSCI pada 15 Oktober 2026 mengenai konsultasi atas proposal reklasifikasi status pasar saham Indonesia.

Friderica menuturkan, OJK bersama seluruh otoritas terkait telah mengambil sejumlah langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik. OJK juga tetap membuka ruang bagi penerapan kebijakan tambahan apabila diperlukan.

Di samping itu, OJK terus mempercepat agenda reformasi pasar modal, termasuk penguatan transparansi dan tata kelola pasar modal guna menjaga kepercayaan investor di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

(Dhera Arizona)

Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :