IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perombakan atas daftar konstituen IDX80, LQ45, dan IDX30 yang berlaku efektif mulai 4 Mei hingga 31 Juli 2026. Sejumlah nama baru muncul seperti saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) harus terlempar dari IDX80 dan LQ45. Meski nilai kapitalisasi pasar dan likuiditas perdagangannya cukup besar, kedua saham itu tak masuk kriteria baru Bursa.
Hal itu menyusul aturan baru dari regulator di mana konstituen IDX80 dan LQ45 harus tidak masuk saham dengan konsentrasi kepemilikan pemegang saham tertentu yang tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
Dalam pengumuman BEI yang dikutip Sabtu (25/4/2026), Bursa juga mengeluarkan tiga saham lainnya dari LQ45, yakni PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
Sebagai gantinya, Bursa menambah lima konstituen baru dalam LQ45, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
CUAN memiliki bobot terbesar di antara para penghuni baru LQ45 masing-masing sebesar 1,46 persen, diikuti DEWA 0,8 persen, ESSA 0,47 persen, WIFI 0,31 persen, dan HRTA 0,23 persen.
Sementara secara keseluruhan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memiliki bobot paling besar di antara seluruh konstituen LQ45 sebesar 15 persen, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 12,91 persen, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 9,86 persen.
Untuk IDX80, BEI mendepak lima saham. Selain BREN dan DSSA, yang keluar yakni PT BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
Sebagai gantinya, muncul nama PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Sementara untuk IDX30 hanya ada satu pergantian "pemain" yakni PT Indosat Tbk (ISAT) yang keluar dan digantikan oleh PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).
(Rahmat Fiansyah)